Umpan bolanya, jangan digocek teruss..

Nonton Timnas di berbagai level usia memang bikin geregetan.
Nggak yang usia 16,19,23 atau yang tua tua..
Kita yang awam bola saja rasanya tahu di mana kelemahan sepakbola indonesia pada umumnya.
Beberapa pemain di Timnas senior tak bisa tampil konstan selama 90 menit. Masalah fisik ? rasanya tidak juga.Fisik yang kuat kalau tidak ditunjang dengan visi bermain dan pola yang jelas, bagaimanapun akan jebol juga.
Kalau sekarang kita sedang menyaksikan timnas u-19 berlaga di AFF cup u-19 2013, ada beberapa kelemahan menonjol dalam dasar bermain bola di indonesia.
Skill yahud tanpa dibekali visi bermain dan pengambilan keputusan yang tidak tepat cuma membahayakan tim dan menguras energi tim.
Coba tonton laga timnas u-19 dari awal . Rasanya dengan sudut pandang netral, permainan vietnam, thailand bahkan myanmar lebih berpola.
Umpan-positioning-pengambilan keputusan, rasanya mereka lebih dewasa dibanding pemain indonesia.
Okelah lawan brunei kita bisa menari karena level sepakbola brunei memang di bawah kita. Maldini pasang aksi , Udin bisa bergaya.

Tapi melawan myanmar ? Kita mulai kesulitan. Pressing tinggi myanmar buat pemain kita grogi . Mental ? Gol hantu evan dimas tak menolong.
Lawan vietnam, dukungan penonton malah jadi tekanan buat pemain kita, selain kualitas vietnam yang rasanya akan menjadi macan asia tenggara beberapa tahun ke depan.

Lawan thailand, maaf, dengan tidak mengecilkan perjuangan anak anak ini, kita diuntungkan oleh wasit …dan dari beberapa informasi, tim thailand memang minim persiapan. tapi lihat bek thailand yang botak dan penyerang Thailand yang nakal.Gelandang mereka yang bisa mengalirkan bola secara manis sebelum semuanya dihancurkan oleh kartu merah aneh.

Secara kasat mata, permainan indonesia mudah ditebak, tak punya plan B.
2 sayap menjadi andalan tetap, dan jika sudah dibaca, habislah kita..
Masalah ini bertambah parah dengan budaya bola kita, pemain yang pintar menggoreng bola lebih disukai.
padahal dari segi efektifitas, belum tentu.. Lihat setelah thailand bermain dengan 10 orang, banyak kesempatan disia siakan hanya karena kesalahan kecil tapi fatal : TIDAK MENGOPER.. PASSSING.. just make it simple stupid.
Kenapa selalau berusaha melewati lawan ? teman sudah bebas berdiri di kanan dan kiri. sepakbola level atas tak akan memaafkan kesalahan pengambilan keputusan seperti ini.
Entah pelajaran apa yang anak anak ini peroleh dari beberapa tahun berguru di SAD uruguay. Bahkan Maldini Pali pernah mencicipi latihan di Leicester City selam sebulan. (pernah di muat di world soccer indonesia 2012, di mana di sana diungkap kelemahan pemain kita dibanding eropa). Demikian juga Danar javier.
Barcelona dengan pemain penuh skill saja mengandalkan tiki taka, umpan-cari posisi-umpan-cari posisi…..tidak perlu giring-coba lewati lawan-gagal-serangan balik-ancaman….
Lepas dari itu, secara obyektif, saya menyukai Evan Dimas Darmono, dengan visinya,umpan,pergerakan taktis.
Seorang pesepakbola modern, berlian untuk sepakbola Indonesia.(meski mukanya mirip Andik sebelum ikut iklan Clear heheh )
Kita cuma bisa berharap berlian ini diasah secara benar, digojlok dan dimatangkan lewat kompetisi yang benar.
Bayangkan saja tiap klub ISL punya tim dari level usia dini sampai dewasa, bentuk timnas ngga usah repot kan ??
Sekali lagi, konsep bola indonesia yang kick and rush atau goreng goreng tumis tumis perlu segera di revolusi..
umpan, umpan dan umpan bung #Ahay

Post Your Comment Here

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: