paket-wisata-bali
sewa-mobil-dan-sopir-di-bali
paket-wedding-di-bali
  • Belanda datang lagi..
    Kali ini bukan Agresi militer I,II atau membonceng Sekutu..
    Tak perlu angkat senjata lagi.
    Yang datang kali ini Tim Nasional Belanda yang katanya kelas dunia

    revolusi fisik

    Dua negara ini memang punya sejarah panjang .
    Luka lama penjajahan berabad abad, mulai dari didudukinya Batavia, VOC yang menangguk untung besar dari monopolinya, Perlawanan Diponegoro, Imam bonjol,Antasari sampai Politik tanam paksa, Deandels dengan kerja paksanya, Perlawanan dari cendekiawan di masa pergerakan, datangnya jepang , Perang kemerdekaan , Kekejaman Westerling ,Perjanjian KMB, RMS yang disokong belanda, Konfrontasi di Papua dan ……..panjang sekali..

    Jaman sudah berubah, kita (baca : penggemar bola) malah mendewakan pemain asal negeri kincir angin, mulai dari Cruyff, Trio AC Milan yang kesohor sampai sampai pemilik blog ini jadi Milanista Sejati hingga beranak sekarang, Kluivert dkk dengan gaya mudanya, Kembar De Boer, Nistelrooy, jenius Bergkamp the Non Flying Dutchman, Sneijder, Van Der vaart, Huntelaar ,Van Persie, sampai Generasi terbaru Siem de Jong dk..
    Kita mengaguminya, bahkan menggilainya. Tak ada bekas dan sekat sekat rasa dendam akibat penjajahan..

    Masa lalu yang mungkin diungkit ungkit adalah darah darah indonesia di negeri belanda, apalagi di cabang sepakbola .
    Kita bangga dan seakan punya rasa memiliki ketika ada nama nama Heitinga dkk. yang dialiri “sedikit ” darah Indonesia menjadi bintang di seberang sana. Kebanggaan semu tapi bisa dipahami.. Kita rindu akan prestasi anak bangsa.. yang terakhir nama perenang Ranomi Kromowidjojo, dengan emas Olimpiadenya.. Kata Mbah @sudjiwotedjo : “wuihhhhhhhhhhhh”

    Tak salah jika kita coba membajak (baca : menaturiliasasi) darah darah kita yang mungkin bisa membantu perkembangan sepakbola Indonesia .
    Irfan Bachdim, Diego Michiels, Lilipaly, Maitimo dan terakhir the Great Serginho Van Dijk …..Semuanya mungkin tak langsung bisa mengangkat sepakbola kita ke level atas..Paling tidak kegairahan itu muncul dan berkembang..
    timnas-indonesia-vs-timnas-belanda

    Oh ya, Uji coba kali ini dilangsungkan tanggal 7 Mei 2013.(live RCTI 20.30 WIB)
    Belanda menurunkan kekuatan yang tidak main main. Walaupun minus huntelaar dan van der vaart, siapa yang menyangsikan kehebatan Van Persie, atau Krativitas Sneijder..Kurnia mega paling tidak harus latihan menepis, bukan menangkap..
    Igbonefo dan kawan kawan di belakang rasanya perlu tenaga lebih untuk mempertahankan agar tidak kebobolan banyak..
    Mereka perlu dilindungi gelandang bertahan , rasanya wanggai tidak usah ikut maju ke depan, cukup berdiri di depan 4 bek..
    Peluang kita mungkin cuma di serangan balik, di mana greg atau boaz bisa menjadi  bahaya mendadak buat Heitinga..
    Van dijk sepertinya akan lebih banyak membantu bertahan..
    Sulit, tapi apapun bisa terjadi..Andik bisa saja mencuri perhatian..

    Manfaatnya apa ?
    Kalau kalah itu pasti, tapi yang terpenting adalah hati, dan pengalaman ini mungkin sekali seumur hidup.
    Bisa dijadikan cerita ke anak cucu kalau kita pernah melawan Belanda..
    Melawan tim tim besar, Mental kita terasah untuk tidak gentar..
    Teknik bermain pun akan terasa  beda, daripada ujicoba lawan klub lokal …
    Coba lihat cara mereka passing,crossing,dribbling atau shooting.. kelass..bukan  sekadar Laki minum extra joss..
    Mungkin terlalu muluk mendamba hasil yang memuaskan.. Bertarung dengan semangat saja sudah nilai positif bagi Timnas Garuda..
    Tak perlu takut dan memikirkan hasil.

    Prediksi saya : 6-1. Belanda akan memberi kesempatan pemain mudanya jika sudah unggul.
    GARUDA DI DADAKU, GARUDA KEBANGGANKU..

     

     

     

     

    Share on Facebook

    Posted by kunchunx @ 8:04 am

    Tags: , , , ,

  • Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *


Seperti ulat sutra, anda telah membuat kepompong di seputar diri anda. Siapa yang akan menyelamatkan anda? Pecahkan kepompong anda dan keluarlah sebagai kupu kupu cantik, sebagai jiwa merdeka


%d bloggers like this: