Uang di ATM hilang ……………


-Uang di ATM saya hilang.
-Ah, paling anda tarik sebelumnya..
-nggak kok, sumpah, Saya nggak ngambil sepeserpun..
-Lho, Kok bisa..
-ya nggak tau..

Katanya banyak juga yang hilang duitnya di ATM..
Kejadiannya di Kuta bali lho
Turis Mancanegara juga Ada yang hilang duitnya..
Sudah banyak yang lapor.
Kerugian sudah 2 miliar katanya..

Kita percaya sama bank lho.
Kredibilitas bank kita pertanyaakan di sini.
Kita simpan duit di bank biar aman, malah dicolong..

ini dia kutipannnya :
Bank Indonesia (BI) sampai saat ini telah menerima laporan pembobolan rekening nasabah lewat ATM pada 6 bank, yaitu BCA, Bank Mandiri, BNI, BRI, Bank Permata, dan BII.

Hal ini disampaikan oleh Deputi Gubernur BI Budi Rochadi dalam jumpa pers di Gedung BI, Jalan Thamrin, Jakarta, Rabu (20/1/2010).

“Salah satu dari bank yang dibobol tersebut, 236 rekeningnya sudah dibobol dengan kerugian Rp 4,1 miliar,” ujarnya.

Budi mengakui, dalam beberapa hari ini BI seringkali menerima laporan kerugian dari nasabah, kerugian tersebut berasal dari pengurangan saldo lewat ATM.

“Ada 2 kejadian, pertama ada laporan ke Polisi bahwa nasabah merasa dirugikan, mereka melaporkan ada pengurangan saldonya. Lalu ada laporan juga ke bank dimana nasabah bertanya ke bank kenapa saldonya berkurang,” jelasnya.

Untuk menghindari kejadian ini berulang, BI meminta bank untuk lenbih mengetatkan pengamanan kartu ATM serta mesin ATM-nya sehingga data-data dari ATM tidak mudah dibobol.

“Perlu dilakukan pengamanan sehingga menyulitkan orang mencuri data, dan melakukan pengintipan,” tandasnya.

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatat kerugian yang ditaksir mencapai Rp 5 miliar akibat pembobolan uang 200 nasabah lewat Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

“Kira-kira ada 200 nasabah, kerugian Rp 4 miliar-Rp 5 miliar,” ujar Wakil Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja melalui pesan singkatnya kepada detikcom sekitar pukul 20.00 WIB, di Jakarta, Kamis (21/01/2010).

Jahja mengatakan, sebagian besar dari dana nasabah tersebut telah diganti oleh pihak BCA. “Sebagian sudah diganti karena memang terbukti kena skimming,” ujarnya.

Namun dirinya tidak merinci jumlah nasabah yang dananya ditanggung oleh BCA.

Sementara untuk melakukan pencegahan agar kasus tersebut tidak kembali terjadi, Jahja mengatakan BCA telah meningkatkan tingkat keamanan di setiap ATM. “Kami telah pasang alat anti skimming di semua ATM BCA,” ujarnya.

Jahja mengimbau kepada seluruh nasabah BCA agar segera mengganti nomor Personal Identification Number (PIN) para nasabah. “Pasti akan lebih aman,” singkatnya.

Mengenai implementasi penggunaan kartu debet berbasis chip, Jahja mengatakan pihaknya telah mempersiapkan segalanya agar segera dapat diimplementasikan.

“Saat ini kita masih memperdalam teknisnya karena sehubungan dengan kemampuan mesin ATM yang telah tersedia juga. Karena jika menggunakan kartu chip, berarti tidak bisa pakai di ATM di luar negeri seperti di Hongkong, Australia yang masih pakai magnetic stripe ,” ungkapnya.

Maka, Jahja menambahkan manajemen akan mencari alternatif lain untuk kartu ATM di antaranya dengan combination card . “Ada chip, ada magnetic stripe , cuma teknisnya perlu dipelajari lagi,” tandasnya.

Banyak yang mencari topik ini

Post Your Comment Here

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: