Tetangga depan rumah itu namanya Pak Winata

Kehidupan yang individualis dan materialistis memang tidak bisa kita hindari di jaman ini
Kesibukan kerja kadang membuat kita melupakan yang namanya sosialisasi.
Efeknya terasa tidak hanya di kota tapi juga sudah meracuni desa desa terpelosok.

Sebagai orang desa, saya sangat merasakan hal tersebut.
Di desa, semangat gotong royong masih ada, tapi mulai menipis.
Semuanya sekarang diukur dengan uang. Ada uang, ada tenaga, ada pekerjaaan.
Kalau dulu orang punya hajatan, semuanya bisa dilakukan gotong royong, tanpa pamrih.
Kalau sekarang, kasarnya, siapa sih yang mau bekerja tanpa imbalan?
Kita tidak menyalahkan  individu individu. Jamanlah yang berkata demikian.

Semua punya kesibukan tersendiri. Semua perlu Uang.
Kita boleh saja bilang , Segalanya tidak bisa diukur dengan uang, tapi tanpa uang kita tidak bisa melakukan segalanya.

Di kota apalagi.
dengan konsep perumahan,apalagi rumah – rumah yang banyak dikontrakkan entah pada siapa.
Sosialisasi dan gotong royong menjadi barang mahal.

Saya pribadi mengalaminya.
Tinggal di perumahan yang baru 4 tahun di bangun, dengan tetangga yang berubah tiap tahun.(yang punya rumah rajin mengontrakkan rumahnya)
Terus terang, di satu gang in saja, saya tidak hafal nama namanya.
Mereka seperti saya, kerja pagi, pulang sore/malam. pulang kecapekan, langsung istirahat , ngeblog, facebookan atau tidur.
Semuanya seperti sudah berjalan seperti itu.
yang lucu, saya baru kenal tetangga depan rumah saya gara gara pembayaran PDAM yang udah nunggak 2 bulan dan terancam diputus.
Surat sampai ke tangan tetangga saya dan dia tidak tahu nama saya. parahnya, PDAM membuat tagihan di alamat berbeda, mirip alamat yang dia tempati
(kebetulan yang terima si istri. yang biasanya mengurus PDAM bapaknya..hehe)
Takut airnya diputus, s ibu Tetangga baik hati ini membayar tagihan nya ke PDAM.

Kebetulan pagi esoknya saya ketemu, dan si ibu tanya, apa punya tagihan PDAM 2 bulan ?

upssssss

punya kami kayaknya bu…

hahahah.

yah, saya ganti uangnya dan ngobrol sebentar.
saya tanya nama bapaknya :

oh..nama tetangga saya itu pak Winata..

Banyak yang mencari topik ini

Post Your Comment Here

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: