Selamat jalan saudaraku!

3 oktober 2011,
saudara tersayang, kakak tercinta, staff dosen FMIPA universitas udayana , sekretaris jurusan FISIKA FMIPA UNUD , teman,sahabat , bapak tercinta bagi anak nya , suami tercinta untuk istrinya : I PUTU WIDYATMIKA, S.Si,M.Si, meninggal dunia saat menjalankan tugasnya di kampus yang sangat beliau cintai : UNIVERSITAS UDAYANA..

rest in peace bro ..
putra putrimu yang masih kecil akan trus bertanya kemana dirimu, kujawab ke surga, ke tempat yang indah, tempat yang penuh ketenangan di sana…
ragamu kembali ke alam, tapi jiwamu akan selalu hidup dalam hati..

hidup slalu penuh misteri dan tak bisa ditebak..
hidupmu begitu singkat, tapi membanggakan semua saudaramu,anak,istri,teman,saudara..

*beberapa hari setelah kepergianmu ke dunia sana, stave jobs dan simoncelli juga menyusul dirimu.. berbahagialah di sana..

Dari khalil gibran :

Biarkan aku terbaring dalam lelapku,
kerana jiwa ini telah dirasuki cinta,
dan biarkan daku istirahat,
kerana batin ini memiliki segala kekayaan malam dan siang.

Nyalakan lilin-lilin dan bakarlah dupa nan mewangi di sekeliling ranjang ini,
dan taburi tubuh ini dengan wangian melati serta mawar.
Minyakilah rambut ini dengan puspa dupa dan olesi kaki-kaki ini dengan wangian,
dan bacalah isyarat kematian yang telah tertulis jelas di dahi ini.
Biarku istirahat di ranjang ini,
kerana kedua bola mata ini telah teramat lelahnya;

Biar sajak-sajak bersalut perak bergetaran dan menyejukkan jiwaku;
Terbangkan dawai-dawai harpa dan singkapkan tabir lara hatiku.
Nyanyikanlah masa-masa lalu seperti engkau memandang fajar harapan dalam mataku,
kerana makna ghaibnya begitu lembut bagai ranjang kapas tempat hatiku berbaring.

Hapuslah air matamu, saudaraku,
dan tegakkanlah kepalamu seperti bunga-bunga menyemai jari-jemarinya menyambut mahkota fajar pagi.

Lihatlah Kematian berdiri bagai kolom-kolom cahaya antara ranjangku dengan jarak infiniti;
Tahanlah nafasmu dan dengarkan kibaran kepak sayap-sayapnya.
Dekatilah aku, dan ucapkanlah selamat tinggal buatku.
Ciumlah mataku dengan seulas senyummu.

Biarkan anak-anak merentang tangan-tangan mungilnya buatku dengan kelembutan jemari merah jambu mereka;
Biarkanlah Masa meletakkan tangan lembutnya di dahiku dan memberkatiku;
Biarkanlah perawan-perawan mendekati dan melihat bayangan Tuhan dalam mataku,
dan mendengar Gema Iradat-Nya berlarian dengan nafasku….

Post Your Comment Here

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: