paket-wisata-bali
sewa-mobil-dan-sopir-di-bali
paket-wedding-di-bali
  • All about Bola 29.11.2014

    Timnas (Sepakbola) Indonesia memang punya daya tarik mengalahkan cabang olahraga apapun di tanah air.
    Bayangkan saja, Puluhan Tahun tanpa prestasi, tetap saja pendukung setia nongkrong di layar kaca dan berbondong ke stadion mendukungnya. Coba dibandingkan dengan bulutangkis yang mungkin “sudah biasa”
    meraih gelar ini itu, walau akhir akhir ini juga kehabisan bensin..
    Ketika timnas berhasil menang, puja puji meluncur dan ketika kalah , TV yang tak bersalah bisa jadi korban lemparan pemirsanya.
    Demikian fanatiknya kita (pendukung bola) di Indonesia.
    van dik

    Yang paling update, kejuaraan antar negara asia tenggara , AFF CUP 2014.
    PSSI kembali mempersiapkan tim seadanya. Kompetisi panjang (bukti perencanaan yang buruk), performa pemain yang cenderung di grafik menurun pasca kompetisi, Pemanggilan kembali Riedl yang katanya untuk bayar utang ke Riedl (ingat pas dualisme PSSI) dan kembali terlihat kemampuan intelensi pemain dalam mengambil keputusan di lapangan menjadi tanda tanya besar dan tak lupa faktor PERWASITAN di ISL membawa efek tersendiri bagi pemain kita ketika tampil di luar.

    Melawan Tuan Rumah Vietnam di laga pembuka, sejujurnya kita harusnya KALAH. Cuma faktor keberuntungan ketika kiper Vietnam melakukan blunder . Secara permainan, tim vietnam terlihat lebih kohesif sebagai tim. mereka punya kecepatan dan kualitas, walau sesekali tampak tegang karena tampil di depan pendukung sendiri.
    Kurnia Mega sepertinya beberapa kali salah dalam pengambilan keputusan, Ahmad jupriyanto (yang sering dimainkan sebagai gelandang bertahan di klub), sepertinya lupa seperti apa peran Bek Tengah, ini tentunya menyulitkan duetnya, M.Roby. Sementara di kanan, zulfikli syukur bermain tanpa improvisasi, miskin ide, miskin kreativitas, cuma bisa menendang ke muka dan crossing tanpa arah. Saya malah menyukai debut Rizky Ripora, yang cukup agresif membantu penyerangan. Manahati lestusen masih hijau sebagai gelandang bertahan (yang bukan posisinya), sehingga maitimo terlihat tanpa teman di tengah.  Skema permainan dengan Van dijk sebagai pemantul bola tak berjalan ketika penerima pantulan (boaz) , tidak bisa menebak dan punya chemistry dengan Van Dijk.Van Dijk terisolasi, sementara zulham dan ridwan kurang mendapat sokongan dan suplai bola yang baik. Seri adalah hasil yang cukup memuaskan untuk timnas.

    Melawan Filipina, terlihat apa yang dihasilkan kompetisi kita . Wasit ISL yang terlalu toleran dan kadang memihak, jadi bumerang bagi pemain kita ketika tampil di luar, dengan Wasit FIFA sebagai pengadil.
    Gol pertama dihasilkan lewat blunder bek dan kemudian menghasilkan penalti. sebuah penalti yang kadang tak diberikan wasit ISL kepada tim tamu pada posisi berikut . Gol yang dihasilkan lewat pelangggaran tangkapan Kurnia mega pada Bola yang dikuasai Zulfikli menjadi gol paling lucu. Pemain kita sibuk mendebat wasit, sementara wasit sudah mengangkat tangan tanda sepakan bebas bisa dilakukan..
    Pemain filipina yang tampaknya sudah mengerti ATURAN FIFA dengan santai menceploskan bola ke gawang kurnia  Mega.
    Filipina dengan 20 naturalisasi bukan ayam sayur.
    Saya masih ingat komentar samsul arif setelah partai melawan vietnam, yang dengan yakinnya menjanjikan “kami akan mengatasi filipina”.
    Saya ragu apa PSSI sebelum turnamen sudah memonitor kekuatan filipina ? apa cukup yakin dengan kemampuan sendiri, tanpa membandingkan dengan lawan ?
    Kurnia Mega perlu rival kiper yang bisa memotivasinya , Ahmad jupriyanto M.Roby. apalagi zulfikli syukur mendapat rapor merah di partai ini . zulfikli kembali bermain tanpa improvisasi, miskin ide, miskin kreativitas, cuma bisa menendang ke muka dan crossing tanpa arah.
    lini tengah . rizky Ripora menjadi korban kelengahan Jupriyanto mengantisipasi crossing.  Firman ???? saya yakin dia sudah habis sejak musim lalu, dan Seharusnya Ridl berjudi dengan memasang Evan dimas.
    Filipina layak menang, mereka mendominasi penguasaan bola dan memainkan sepakbola modern..
    evan dimas darmono

    Partai terakhir yang sudah tidak menentukan (Saya yakin filipina tidak bodoh untuk ngotot demi kondisi tim menuju semifinal),
    Saya masih punya harapan, bukan harapan untuk sekadar menang, tapi ditampilkannya Evan Dimas Darmono (EDD).
    Pemain muda sudah selayaknya diberikan kesempatan dari awal.
    dan tak salah, walau kelasnya cuma Laos, evan dimas menunjukkan kedewasaan,determinasi, ketenangan, skill, kecepatan  jauh lebih lebih baik dibanding senior seniornya. Satu satunya hal positif dari AFF 2014 bagi Indonesia..
    Gol pertama, asssist assist , sudah menjadi bukti, waktunya yang muda maju dan menggantikan pasukan badut peot semacam kapten bohongan seperti zulfikli…

    PSSI , saya sudah kehabisan kata, kapan beliau2 di PSSI sadar dan bertobat, untuk serius terhadap pembinaan pemain muda dan kompetisi, kompetisi yang sehat, melek aturan FIFA, menghasilkan pemain yang tau aturan..
    Menghidupkan akademi dan pembinaan berjenjang.
    Vietnam saja sudah membangun pusat pelatihan timnas, mirip ClaireFontaine Milik prancis atau Coverciano milik Itali.
    Mimpi tinggalah mipi…

     

    Share on Facebook

    Posted by kunchunx @ 3:12 am

    Tags: , , , ,

  • Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *


Seperti ulat sutra, anda telah membuat kepompong di seputar diri anda. Siapa yang akan menyelamatkan anda? Pecahkan kepompong anda dan keluarlah sebagai kupu kupu cantik, sebagai jiwa merdeka


%d bloggers like this: