paket-wisata-bali
sewa-mobil-dan-sopir-di-bali
paket-wedding-di-bali
  • Dari nama belakangnya, ada pikiran kalau manusia ini berasal dari solo atau sekitarnya.
    Melihat namanya membayangkan kalau dia pakai kebaya, berjalan dan bertutur kata pelan.
    Tapi kali ini saya salah, dia cepat, cantik dan berprestasi. Dapat emas olimpiade lagi ..
    Kromowidjojo satu ini berkewarganegaraan Belanda. Dia perenang andalan belanda dan kalau merunut sejarah tentunya ada bau endonesia khususnya jawa di darahnya.
    Ranomi Kromowidjojo

    Ranomi Kromowidjojo adalah perenang Belanda yang memiliki garis keturunan Jawa. Ranomi menyandang nama belakang Jawa karena nenek moyangnya adalah orang Jawa yang dibuang Belanda ke Suriname pada akhir abad 19 silam.

    Jangan lupakan sejarah, demikian kata bung karno.
    Sekadar membuka lembaran lama, keberadaan orang jawa di suriname bisa dijelaskan sebagai berikut :

    Adanya orang Jawa di Suriname ini tak dapat dilepaskan dari adanya perkebunan-perkebunan yang dibuka di sana. Karena tak diperbolehkannya perbudakan di sana, dan orang-orang keturunan Afrika dibebaskan dari perbudakan. Di akhir 1800-an Belanda mulai mendatangkan para kuli kontrak asal Jawa, India dan Tiongkok. Orang Jawa awalnya ditempatkan di Suriname tahun 1880-an dan dipekerjakan di perkebunan gula dan kayu yang banyak di daerah Suriname.

    Orang Jawa tiba di Suriname dengan banyak cara, namun banyak yang dipaksa atau diculik dari desa-desa. Tak hanya orang Jawa yang dibawa, namun juga ada orang-orang Madura, Sunda, Batak, dan daerah lain yang keturunannya menjadi orang Jawa semua di sana.

    Orang Jawa menyebar di Suriname, sehingga ada desa bernama Tamanredjo dan Tamansari. Ada pula yang berkumpul di Mariënburg. Orang Jawa Suriname sesungguhnya tetap ada kerabat di Tanah Jawa walau hidupnya jauh terpisah samudra, itu sebabnya bahasa Jawa tetap lestari di daerah Suriname. Mengetahui Indonesia sudah ‘merdeka’, banyak orang Jawa yang berpunya kembali ke Indonesia. Kemudian, di tahun 1975 saat Suriname merdeka dari Belanda, orang-orang yang termasuk orang Jawa diberi pilihan, tetap di Suriname atau ikut pindah ke Belanda. Banyak orang Jawa akhirnya pindah ke Belanda, dan lainnya tetap di Suriname. Rata-rata orang Jawa Suriname beragama Islam, walau ada sedikit yang beragama lain.
    Yang unik dari orang Jawa Suriname ini, dilarang menikah dengan anak cucu orang sekapal atau satu kerabat. Jadi orang sekapal yang dibawa ke Suriname itu sudah dianggap bersaudara dan anak cucunya dilarang saling menikah.
    Orang Jawa Suriname berjumlah sampai 15% penduduk Suriname.
    (wikipedia)

    Kita punya sejarah pahit dengan belanda. Sangat pahit selama lebih dari 350 tahun. Tapi ada benang benang merah Indonesia – Belanda  yang kadang buat kita bangga.
    Coba saja kalau dengar nama nama berikut di sepakbola :

    Justin Tahapary.
    Marvin Wagimin
    Peta Toisuta
    Tobias Waisapy..
    Jefrey Leiwakabessy.
    Raymon Soeroredjo
    Yoram Pesulima
    Raphael Supusepa
    Levi Risamasu.
    Marciano Kastoredjo.
    David Ririhena.
    Joas Siahaija.
    Radja Nainggolan.
    Ignacio Tuhuteru.
    Ferdinand Katipana.
    Peta Toisuta
    Gaston Salasiwa
    Jeffrey Flohr
    Noah Chaniago
    Justin Tahapary.
    Marvin Wagimin.
    Stefano Lilipaly
    Christian Supusepa
    Tim Hattu
    Jeffrey Hen
    Xander Houtkoop
    Edinho Pattinama
    Gaston Salasiwa
    Giovanni Kasanwirjo
    Raymond Soeroredjo
    Tobias Waisapy
    Jordao Pattinama
    Abel Tamata
    Yael Heatubun
    Django Ngutra
    Richie Pairun
    Ruben Wuarbanaran
    Daniel Salakory
    Govanni Wilikin
    Anice Waisapy
    Cayfano Latupeirissa
    Estefan Pattinasarany
    Joey Latumalea
    Yoram Pesulima
    Marciano Leuwol
    Stevie Hattu
    Sonny Luhukay
    Masaro Latuheru
    Ferd Pasaribu
    Jair Behoekoe Nam Radja
    Marinco Hiariej
    Graham Bond
    Brandon Leiwakabessy
    Jordi Tatuarima
    Levi Raja Boean
    Rychto Lawalata
    Benjamin Roemeon
    Delano Haulussy
    Ricarco Malaihollo
    Jordi Rakiman
    Kevin Pairun
    Silgio Thenu
    Niaz de Coninck
    Tom Titarsolej
    Jamarro Diks
    Kevin Diks
    Jerah Hukom
    Shayne Pattynama
    Nathan Haurissa
    Sereno Latuhihin

    Mau naturalisasi Ranomi Kromowidjojo ? mimpi kali ya. Lebih bijak kalau kita mulai membina atlet di usia muda secara benar.
    Tahap demi tahap, bukan cara instan. bukan pula membajak atlet muda daerah lain.
    Tiki Taka  ala Barca yang dipimpin produk asli la masia  Xavi Iniesta itu hasil pembinaan lebih dari satu dekade.
    Fabregas-pique dan Messi sudah bermain bersama sejak usia dini. mestiya kita belajar hal yang benar seperti ini.
    Kejayaan barca , kejayaan spanyol adalah hasil konsep pembinaan yang matang, bukan datang 1-2 hari , apalagi kalau dihiasi konflik Djohar – La Nyalla. 🙂

     

    Banyak yang mencari topik ini

    Share on Facebook

    Posted by kunchunx @ 2:08 am

    Tags: , , ,

  • Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *


Seperti ulat sutra, anda telah membuat kepompong di seputar diri anda. Siapa yang akan menyelamatkan anda? Pecahkan kepompong anda dan keluarlah sebagai kupu kupu cantik, sebagai jiwa merdeka


%d bloggers like this: