paket-wisata-bali
sewa-mobil-dan-sopir-di-bali
paket-wedding-di-bali
  • Suara Hati 28.01.2009

    Bangsa Indonesia atau ras Asia , memang sering kali masih dipandang remeh oleh orang barat..
    Sebagian masyarakat kita juga sering terlalu memuja bule, bahkan mengejar ngejar bule agar dinikahin..heheh..
    Saya bukannya menjustifikasi atau mengambil kesimpulan secara emosional, tapi simtom ini saya dapatkan dengan berkaca dari beberapa pengalaman di lapangan.
    Misalnya ketika seseorang calon client , seorang Belanda, meminta jasa untuk web development (bukan cuma web design) kepada saya.
    Saya sudah presentasi , tentang planning dari web development dengan cukup rinci, termasuk proses pasca pembuatan web yang memerlukan SEO.
    Di sana mulai ada diskusi yang lumayan panjang. Yang saya tangkap, dia termasuk golongan Bule sok tau, hehehe.
    Dengan gampangnya dia menggampangkan proses SEO yang ada.Nyerocos nyerocos aja. wahahah.Saya senyum senyum aja.. Belum tau ribetnya proses SEO tu. Saya berpikir Kalau yang presentasi itu sesama bule, dia mungkin akan diam alias “caket” dalam istilah balinya. Saya jadi cuma ambil proses web design saja …dan beberapa waktu kemudian, setelah website online dan ……..ada telpun masuk. Ternyata dari beliau si belanda. Dia curhat kalau websitenya sepi pengunjung, ” gimana ya biar rame pengunjungnya?” begitu beliau tanya…
    saya senyum lagi ..Dalam hati : rasakan gak denger omonganku…wahahhaha…Masa saya harus cerita masalah SEO lagi …gak dech..gratis lagi. so saya cuekin aja…sekali sekali bule tu perlu dikacangin..biar gak ngeremehin bangsa kita.
    Satu lagi, pengalaman unik, ketika saya mendapat laporan jika sebuah company di aussie ngamuk-ngamuk karena merasa nggak bisa nerima email dari perusahaan yang emailnya saya kelola. Saya dikomplin karena dianggap bertanggung jawab akan hal ini. Saya coba sabar dan mengecek dengan mengirim email ke beberpa email lain.
    Logikanya sederhana sebenarnya. Jika email kita bisa mengirim dan menerima ke email lain, berarti masalah bukan ada di email kita kan ?
    Tetapi tetep aja si Aussie Company ini ngotot beberapa jam, menganggap “problem ada di sisi anda”….
    upppssss…
    Beberapa jam kemudian terdengar telepon dari Aussie..akhirnya mereka mengaku, kalau masalah ada di sisi mereka..
    Sebegitu rendahkah nilai kita di mata bangsa asing ?
    Fenomena lain misalnya ketimpangan gaji pegawai berbangsa asing dengan berbangsa Indonesia seakan jadi hal lumrah.
    Dengan kemampuan dan fungsi kerja yang sama, gaji dan fasilitas yang didapatkan oleh karyawan berbangsa Indonesia cukup menyedihkan.
    So, buktikan kalau kita bisa lebih dari mereka…

    Share on Facebook

    Posted by kunchunx @ 2:00 am

    Tags: , , , , ,

  • Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *


Seperti ulat sutra, anda telah membuat kepompong di seputar diri anda. Siapa yang akan menyelamatkan anda? Pecahkan kepompong anda dan keluarlah sebagai kupu kupu cantik, sebagai jiwa merdeka


%d bloggers like this: