Pakailah Bahasa Bali di Rumah Anda..(Bali Only)

anak-bali
anak-bali

“Godel itu apa bu?”
Begitu pertanyaan salah satu keponakan saya di suatu sore.
Selepas melihat hasil ulangan harian  bahasa daerah bali di sekolahnya, saya sadar akan hal ini.
Ternyata hasil ulangan bahasa daerah balinya sangat buruk, hal hal yang kita anggap simpel, jauh dari bayangan mereka.
Malah lebih bagus bahasa inggris nya.
lho, ada apa ini ?
Ada yang salah dengan pendidikan kita ? atau orang tuanya?
kasus semacam ini sudah sangat sering dibahas di media , dan yang ada , ujung ujungnya, tetap saja begitu, berulang dan berulang.

BAHASA DAERAH sebagai salah satu bentuk kebudayaan, sejatinya perlu mendapat perhatian serius.
Saya jadi khawatir, tahun 2020, tidak ada anak kecil yang bisa berbahasa daerah, misalnya Bahasa Bali .
Mereka lebih tau tentang justin beiber atau lady gaga ketimbang “busung” atau “kraras”
Arus jaman dan  peradaban membawa berbagai perubahan, tapi seyogyanya, hal hal baik tetap dipakai dan dilestarikan

Berapa dari anda ,khususnya di bali,  yang sudah berkeluarga dan memiliki anak, membiasakan berbahasa bali dengan anak di rumah ?
Saya yakin, jumlahnya tak lagi banyak, apalagi di perkotaan.
Respons anak sudah terlanjur lebih baik ketika dipanggil dengan bahasa indonesia.
Bukan bermaksud menyingkirkan bahasa indonesia sebagai bahasa kesatuan.
Bukan pula menganjurkan paham kesukuan ..

Pemakaian bahasa indonesia yang baik menurut saya adalah saat anak berada di sekolah, instansi atau orang lain yang berbeda suku (bahasa daerah)
Pemakaian bahasa indonesia pun , kadang saya dengar belepotan. Indonesia aksen Bali, ujungnya nyampur gak karuan, jadi tipat cantok..hehe.

sudah saatnya, dan jangan menunggu orang lain, cobalah untuk melestarikan budaya, khususnya bahasa bali ini.
Bukan cuma dengan berpakaian bali atau membeli kaset lagu lagu bali, cukup hal simpel : berbahasa daerahlah (note: untuk bali ya bali) lah dengan anak anda di rumah .

jangan teriak teriak ajeg bali, tapi anak anda tidak mengerti ketika anda suruh..

ngarit malu yann..
mekonceng malu luh…

Post Your Comment Here

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: