Musibah Arak Bali – Keracunan atau….

SLANK Dulu pernah jatuh cinta dengan bali dan pernik di dalamnya termasuk arak, di lirik lagunya slank menuliskan:

Terima kasih Baliku
Untuk budaya dan alammu
Terima kasih untuk
Cantik gadismu
Dan kerasnya arak balimu

Namun , Entah arak apa yang diminum beberapa orang di bali, arak tidak berdepkes atau oplosan aneh yang meracuni atau malah arak yang sudah beracun dari pabriknya..(yang jelas arak yang diminum bukan seperti yang digambar..yang di gambar ini berdepkes, dan jadi oleh oleh..hehe)

arak-bali
arak-bali

Kata bang haji Rhoma Irama :

Dulu aku suka padamu dulu aku memang suka
(Ya-ya-ya)
Dulu aku gila padamu dulu aku memang gila
(Ya-ya-ya)

Sebelum aku tahu kau dapat merusakkan jiwaku (o-o, o-o)
Sebelum aku tahu kau dapat menghancurkan hidupku

Sekarang tak-tak-tak-tak
‘Ku tak mau tak mau tak-tak-tak-tak-tak
‘Ku tak mau tak mau tak (‘ku tak mau tak)
Sekarang tak-tak-tak-tak
‘Ku tak sudi tak sudi tak-tak-tak-tak-tak
‘Ku tak sudi tak sudi tak (‘ku tak sudi tak)

Dulu aku suka padamu dulu aku memang suka
(Ya-ya-ya)
Dulu aku gila padamu dulu aku memang gila

Minuman keras (miras), apa pun namamu
Tak akan kureguk lagi
Dan tak akan kuminum lagi
Walau setetes (setetes)

ya, itulah anjuran agar kita menjauhi alkohol alias MIRAS alias minuman keras.

Berikut berita yang sedang hot di bali, tentang keracunan alkohol..
mungkin perlu dicermati untuk anda yang suka menenggak arak..

Keganasan arak oplosan di Bali kembali memakan korban. Setelah 19 warga Bali tewas, kini seorang warga negara Inggris, Alan Colen (59), tewas usai menegak miras.

Korban tewas setelah sempat menjalani perawatan di RSUP Sanglah, Denpasar, Sabtu (30/5/2009). Ia diduga tewas akibat kandungan senyawa methanol berlebihan di tubuhnya.

Korban menegak miras di rumahnya, di Banjar Tibubeneng, Canggu, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Jumat malam (29/5/2009). Usai menegak miras, korban tak sadarkan diri.

Hasil pemeriksaan tim dokter RSUP Sanglah, terdapat tanda-tanda keracunan alkohol pada bagian tubuh luar korban. Tim Laboratorium Forensik Mabes Polri Cabang Denpasar juga memeriksa tubuh korban.

Kepala Humas Polda Bali Komisaris Besar Gede Sugianyar mengatakan  dari keterangan keluarga, korban menenggak minuman keras. Belum diketahui jenis miras yang dikonsumsi korban. “Hasilnya akan diketahui setelah otopsi serta pemeriksaan di Laboratorium Forensik,” kata Sugianyar.

Sebelumnya, sebanyak 19 warga Bali tewas dari 35 korban setelah menegak arak oplosan dalam beberapa hari terakhir. Colen merupakan korban ke-20 akibat keganasan arak oplosan. Warga Bali meninggal di RSUP Sanglah adalah Fernandez Hermawan Yuwono (38) asal Badung. Sebelum tewas, korban sempat mengalami pusing serta pandangan kabur setelah menegak arak.

Disebutkan, bahwa kadar methanol di dalam darah di atas 100 ml sudah menyebabkan keracunan. Kadar maksimum atmorfer yang dapat ditolerir adalah 200 ppm.

“Methanol lebih beracun dari pada ethanol. Efek toksiknya biasanya akan timbul setelah 8-36 jam. Tanda-tandanya yaitu pusing, sakit perut, pandangan kabur dan kebutaan permanen, setelah itu menyebabkan koma dan kematian,” kata Muhibin.

Temuan polisi dari keterangan para korban yang selamat, sebagian besar arak oplosan tersebut berasal dari UD Tri Hita Karya. Ada yang dibeli dalma bentuk kemasan namuan ada juga yang dibeli oleh korban secara eceran baik dalam kantong palstik atau jerigen.

Atas dasar itu, polisi menyegel dan menyita barang bukti cairan berupa arak dalam berbagai kemasan, seperti jerigen botol dan kantong plastik.

Dari hasil pemeriksaan laboratorium di dalam cairan tersebut ditemukan kandungan methanol dengan kadar yang melebihi ambang batas, yaitu antara 0,2% (2000 ppm) hingga 22,75% (227.500 ppm).

Sedangkan dari hasil pemeriksaan otopsi para korban yang meninggal, ditemukan kandungan methanol dalam darah korban yang melebihi ambang batas. Misalnya, dalam darah korban Ketut Gede Wira buda Utama (329,12 ppm), Putu Balik sanjaya (437,88 ppm), I nyoman Sulastra (615,75 ppm).

Muhibin menjelaskan bahwa terhadapat keganjilan dalam pembuatan arak di UD Tri Hita Karya dengan penemuan arak yang telah mengandung methanol.

Ia menjelaskan bahwa secara teoritis, dalam proses pembuatan arak, sejak pengolahan bahan baku, kemudian fermentasi, destilasi hingga sedimentasi tidak ada kandungan methanol dalam arak yang dihasilkan. Kandungan yang ada hanya alkhohol dengan kadar yang telah diizinkan.

Namun dalam arak yang ditemukan di UD Tri Hita Karya terdapat kandungan methanol yang kadarnya sangat tinggi. “Kita masih selidiki apakah ada unsur kesengajaan atau sabotase,” kata Muhibin.

PABRIK ARAK DISEGEL
rak oplosan di Bali memakan korban nyawa sebanyak 18 orang. Untuk mencegah ada korban lainnya, Polda Bali kini telah menyegel arak oplosan di kawasan Dalung, Kabupaten Badung.

Penyegelan pabrik miras UD Tri Hita Karya ini dipimpin oleh Dir Narkoba Polda Bali Kombes Polisi Kokot Indarko, Jumat (29/5/2009). Polisi juga menyita barang bukti berupa arak kemasan dalam botol, tangki penyulingan serta arak yang masih dalam proses penyulingan.

Penyegelan ini dilakukan karena sebagian besar arak maut yang memakan korban itu diduga kuat berasal dari pabrik itu. “Konsumen yang menjadi korban mengaku membeli arak di pabrik ini,” katanya.

Selain menjual dalam bentuk kemasan, pabrik tersebut juga menjual arak eceran dalam jerigen. Setiap 1 liler dijual sebesar Rp 15 ribu. Diduga, arak eceran ini telah menyebar hampir di seluruh Bali. Pasalnya, korban berjatuhan di beberapa daerah di Bali, yaitu Denpasar, Badung, Bangli, Tabanan, dan Buleleng.

Selain telah menyegel pabrik maut di Dalung, polisi juga bakal menyegel pabrik arak di daerah lain, seperti Tabanan. Polisi juga memeriksa tiga orang sebagai saksi. Mereka adalaha pemilik,  dan karyawan bagian pengepaka. “Tetapi dugaan itu hanya sementara karena hanya masih ada pabrik serupa di Tabanan yang tengah
diperiksa,” ujarnya.

Sementara itu, jumlah korban arak maut oplosan ini terus bertambah. Jumlah korban meninggal sebelumnya 16 orang kini menjadi 18 orang. Bahkan, sembilan korban kembali dirawat di RSUP Sanglah.

YES, NO MIRAS, NO ALKOHOL, LEBIH BAIK MINUM ES CENDOL ..hehe

Banyak yang mencari topik ini

4 Replies to “Musibah Arak Bali – Keracunan atau….”

Mdrestiati

June 2, 2009 at 8:37 pm

Anak saya tidka meneggak minuman beralkohol, hanya minum fanta, tapi hampi rmeninggal karen akeracunan methanol!!!

Reply

amijay

June 5, 2009 at 8:36 pm

Turut prihatin
Mungkin fanta cuma sebagai campuran saja bu…
karena baunyanya sudah pasti sangat sangat tajam
dan rasanya tidak enak

Reply

edy

July 3, 2009 at 12:08 am

permainan para perusahaan resmi pembuat arak untuk mendapat kesempatan lebih luas menjual arak bisa memakai cara apa saja. Arak salah satu karya kerajinan rumahan ingin dikuasai mereka. Mari dukung usaha rakyat dengan minum arak dari industri rumahan dan bukan dari pabrik pabrik keparat buatan kapitalis bangsat.

Reply

Fricylia

January 27, 2011 at 1:00 am

kemaren saya ada di tawarin arak bali, tp kata penjual ny,salah satu bahan arak yg d jual ny itu adalah bayi kijang dan saya lihat sendiri..

tapi saya curiga,jd saya tdk jd beli.

itu beneran arak bali atau tidak,sih?

Reply

Post Your Comment Here

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: