May day : Nasib Buruh Semakin Tak Jelas

hari-buruh
hari-buruh

Buka buka blog ini lagi, rasanya dulu pernah menulis tulisan singkat tentang MAY DAY, alias  Hari buruh.
Kebetulan hari ini 1 mei lagi, momen yang sama.
Inti permasalahan, sekarang masih relevan : Nasib buruh / pekerja .
Sistem kontrak dan outsourcing untuk pekerja di Indonesia sangatlah merugikan .
Tidak ada keuntungan sama sekali.
Logika kasarnya , kapanpun kita siap dipecat tanpa kompensasi dan pengusaha selalu berusaha menekan cost dengan topeng penyegaran personil.
Belum lagi upah yang tidak sesuai UMK dan UMR.
Tidak ada penghargaan untuk pekerja kita.
Penjajahan di atas dunia susah dihapuskan , tidak seperti isi Pembukaan UUD 45.
Yang akan selalu ada dalam sistem kapitalis adalah Pengusaha menjajah pekerja . Perang yang ada, besar atau kecil , adalah perang pekerja melawan BOS.
Keuntungan perusahaan yang besar tidak menjamin kesejahteraan pekerja, bahkan kadang terbalik.
Kita tidak tahu, karena aturan ini dibuat oleh anggota legislatif yang notabene pengusaha. Saya hanya berasumsi.
Berkaca dari pengalaman pribadi, banyak aturan ketenagakerjaan yang belum jalan di banyak perusahaan.
Mulai dari jamsostek,masalah ijin/libur.
BOS Adalah penguasa.

Jika sudah bicara hati nurani, itulah yang kita cari, yang hilang dari (baca : Sebagian BESAR) pengusaha dan bos bos kita.
Sesuatu yang mahal di dunia kapitalis.
kami hanya meminta sedikit, bukan ingin membagi saham anda.

Last but not least : SELAMAT HARI BURUH, MAY DAY.
dan sedikit meminjam semboyan kaum sosialis : “KAUM BURUH SEDUNIA, BERSATULAH “

Post Your Comment Here

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: