Di tengah mendung sore, hujan rasanya akan turun beberapa menit lagi.
BBku menyala, pertanda sebuah pesan whatsApp* baru.
“Hello tweetheart”
ini pesan dari pujaan hatiku. gadis manis,pintar menawan hati.
beberapa pesan romantis dan rayuan sudah kukirim. gayung bersambut, walau cuma kata dan beberapa karakter di mesin aneh bernama BB, namun hati ini merasa dipeluknya.
tiada pernah kusangka,ternyata hati ini jatuh cinta padanya.. bumi dan langit kata teman, tapi kalau buminya mau ketemu langit ya mau bilang apa lagi.
modal tampang pas pasan plus kere jadi nilai tambah.. kalau dipikir rasional,mengapa dia juga punya rasa ?
itulah ajaibnya cinta. cinta tak punya ukuran, apalagi standar internasional macam satuan panjang..
bagaimana bisa shrek ketemu princess viona dan mereka berdua jatuh cinta, itulah yang namanya kekuatan cinta.. sudah banyak bukti the power of love,bukan cuma punyanya celine dion.. dia,wanita yang begitu sempurna di mataku. sayang,kenyataan sungguh pahit kuterima. aku orang biasa.tak ada yang bisa kubanggakan .
dan bila kedua rasa setuju beradu, apakah semuanya kan baik saja dan berakhir layaknya telenovela ?
upssss… berharap muluk sepertinya..
singkong dan keju rasanya jadi masalah. beda kaya-miskin,kasta atau katanya warna khas bali rasanya jadi tembok tebal buat aku.
galau menyeruak di hati. walau Universal Declaration of Human Rights sudah dideklarasikan di dekade 40-an, dan sekarang abad dunia maya, rasisme dan diskriminasi masih ada,..
siapa bilang setiap manusia sama kedudukannya kayak di UUD 45 ?
kenapa harus ada Ida ayu di depan namamu, cantik?
(to be continue)






