• Suara Hati 08.06.2009 5 Comments

    Mungkin ada teman teman yang bernasib sama dengan saya..
    Lulus Ujian CPNS di ujung tahun 2008 dan sampai awal Juni 2009  ini belum mendapat yang namanya Surat Keputusan alias SK yang lama kita tunggu..
    Dari pengalaman tahun sebelumnya, memang kondisi yang ada seperti ini. Lama tidaknya juga tergantung juga instansi bersangkutan. Yah relatif.
    Kita tidak tahu, harus menyalahkan (baca :mengkritik) siapa.
    Apa sibuk Pilpres atau bagaimana…
    Dari cerita cerita , Badan yang punya peran besar di sini adalah BKN, Badan Kepegawaian Negara, dengan BKN regional atau BKD sebagai wakil di daerahnya.
    Kita tidak begitu tahu ceritanya, apakah sistem yang ada membuat proses pengeluaran SK lama, atau bagaimana.
    Saya sendiri lebih suka JK WIN Di sini, Lebih cepat lebih baik, daripada lanjutkan..hehehe…
    Yang sedikit lucu , setelah lulus, kita dimintai berbagai administrasi, dengan meneyertakan satu surat, tidak terikat kontrak dengan instansi manapun, yang kalau boleh ditafsirkan, kita harus resign dari tempat kita bekerja lebih awal.
    Atau jeleknya kita harus keluar / resign, karena ketahuan keterima CPNS ..Nasib..Diusir halus gitu lhoh.nah, di sini masalahnya, ketika resign, kantong pun menipis. Apalagi kalau kita punya kewajiban bulanan seperti kredit atau asuransi..
    kalau menunggunya 3/4 bulan rasanya masih sanggup.
    Tapi kalau 6 bulan ? we are not superman , boss..we are human being, need food ,drink and money..
    Apalagi dari cerita teman, dia benar benar tulang punggung keluarganya.  3 bulan terakhir dia hutang sana hutang sini untuk kehidupan keluarganya..
    Bayangkan saja..menunggu 6 bulan tanpa tahu kejelasan, siapa yang tidak kesal..
    Kita harap, sistem yang seperti ini tidak DILANJUTKAN…
    Siapapun presidennya..Sangat sangat membuat “calon” CPNS sangat frustasi dan menderita..
    yachh…kalau saya sih pasrah, tunggu aja, Tuhan sedang memberi cobaan. Saya kira kalau kita bisa melewatinya, sebuah hal yang perlu kita syukuri..

    Incoming search terms:

    Share on Facebook

    Tags: , , , , , , , , , , , , , ,

  • Suara Hati 06.06.2009 1 Comment
    ambalat

    ambalat

    Dulu, negeri ini punya kuasa, punya hagemoni..
    Tanpa bermaksud meremehkan, Filipina, malaysia, thailand, vietnam rasanya bukan tandingan kita..
    Bung karno malah saingannya Amrik…..
    Itu dulu..
    Jaman sudah berubah, musim sudah berganti..
    Malaysia, negara yang kita akui serumpun, sudah terlalu sering menginjak nginjak harga diri negeri ini..
    Kasus penyiksaan TKI, Sipadan Ligitan, Reog , rasa sayange,Manohara rasanya sudah menjadi bukti bagaimana cara negeri serumpun ini memandang bangsa kita.
    Terakhir Provokasi di lautan  Ambalat menjadi bukti sahih kecongkakan negeri seberang ini
    Sampai kapan kita dipandang seperti ini oleh malaysia ? Sampai kapan kita mengambil jalur “diplomasi”.
    Departemen Luar Negeri (Deplu) telah mengirim nota protes terkait sengketa di perairan Ambalat ke Malaysia. Nota protes ini tercatat ke-36 kalinya sejak tahun 2003.
    Apa menunggu lagi untuk mengeluarkan yang ke 37,38 atau 1000..

    ahh..

    Mari tegakkan kedaulatan RI..

    Incoming search terms:

    Share on Facebook

    Tags: , , , , , , , , , , , , , , , ,

  • Suara Hati 03.06.2009 2 Comments
    prita-mulyasari

    prita-mulyasari

    Prita Mulyasari, tiba tiba nama ini mencuat minggu ini..
    Dia bukan artis, bukan seleb,bukan politikus,bukan juga pangeran kelantan atau ada hubungannya dengan manohara..
    Ibu dua anak ini, tersandung kasus pencemaran nama baik rumah sakit Omni, Tangerang. Beliau dijerat juga dengan UU ITE pasal 27 (3).
    Ceritanya, Beliau pernah menulis e-mail yang berisi keluhan tentang pelayanan rumah sakit Omni, Tangerang.  Inti dari email itu adalah keluhan Ibu Prita yang memperoleh hasil lab yang diduga fiktif, sehingga beliau terpaksa menginap di RS tersebut.
    Email yang kemudian dikirimkan ke mailing-list itu berbuntut panjang, sampai RS Omni kemudian menuntut Ibu Prita dengan tuntutan pencemaran nama baik.
    Sebagai blogger, terus terang saya merasa prihatin..
    Kebebasan beropini, khususnya lewat internet, terasa terancam.
    Bayangkan saja, ketika saya dirugikan oleh service sebuah company, dan saya menulis di blog saya, kemudian saya dipolisikan.
    Padahal sebuah keluhan atau kritik terhadap servis sebuah perusahaan harusnya dijawab dengan pelayanan dan lebih prima, atau klarifikasi ke yang bersangkutan dan khalayak..
    JAUH LEBIH ARIF JIKA DEMIKIAN..
    Memang, dalam berdemokrasi, ada koridor batasan batasan yang harus kita perhatikan..
    berikut kutipan surat pembaca (detailnya ada di sini (dikutip dari detik))

    Jangan sampai kejadian saya ini akan menimpa ke nyawa manusia lainnya. Terutama anak-anak, lansia, dan bayi. Bila anda berobat berhati-hatilah dengan kemewahan rumah sakit (RS) dan title international karena semakin mewah RS dan semakin pintar dokter maka semakin sering uji coba pasien, penjualan obat, dan suntikan.

    Saya tidak mengatakan semua RS international seperti ini tapi saya mengalami kejadian ini di RS Omni International. Tepatnya tanggal 7 Agustus 2008 jam 20.30 WIB. Saya dengan kondisi panas tinggi dan pusing kepala datang ke RS OMNI Internasional dengan percaya bahwa RS tersebut berstandard International, yang tentunya pasti mempunyai ahli kedokteran dan manajemen yang bagus.

    Saya diminta ke UGD dan mulai diperiksa suhu badan saya dan hasilnya 39 derajat. Setelah itu dilakukan pemeriksaan darah dan hasilnya adalah thrombosit saya 27.000 dengan kondisi normalnya adalah 200.000. Saya diinformasikan dan ditangani oleh dr Indah (umum) dan dinyatakan saya wajib rawat inap. dr I melakukan pemeriksaan lab ulang dengan sample darah saya yang sama dan hasilnya dinyatakan masih sama yaitu thrombosit 27.000.

    dr I menanyakan dokter specialist mana yang akan saya gunakan. Tapi, saya meminta referensi darinya karena saya sama sekali buta dengan RS ini. Lalu referensi dr I adalah dr H. dr H memeriksa kondisi saya dan saya menanyakan saya sakit apa dan dijelaskan bahwa ini sudah positif demam berdarah.

    Mulai malam itu saya diinfus dan diberi suntikan tanpa penjelasan atau izin pasien atau keluarga pasien suntikan tersebut untuk apa. Keesokan pagi, dr H visit saya dan menginformasikan bahwa ada revisi hasil lab semalam. Bukan 27.000 tapi 181.000 (hasil lab bisa dilakukan revisi?). Saya kaget tapi dr H terus memberikan instruksi ke suster perawat supaya diberikan berbagai macam suntikan yang saya tidak tahu dan tanpa izin pasien atau keluarga pasien.

    Saya tanya kembali jadi saya sakit apa sebenarnya dan tetap masih sama dengan jawaban semalam bahwa saya kena demam berdarah. Saya sangat khawatir karena di rumah saya memiliki 2 anak yang masih batita. Jadi saya lebih memilih berpikir positif tentang RS dan dokter ini supaya saya cepat sembuh dan saya percaya saya ditangani oleh dokter profesional standard Internatonal.

    Mulai Jumat terebut saya diberikan berbagai macam suntikan yang setiap suntik tidak ada keterangan apa pun dari suster perawat, dan setiap saya meminta keterangan tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Lebih terkesan suster hanya menjalankan perintah dokter dan pasien harus menerimanya. Satu boks lemari pasien penuh dengan infus dan suntikan disertai banyak ampul.

    Tangan kiri saya mulai membengkak. Saya minta dihentikan infus dan suntikan dan minta ketemu dengan dr H. Namun, dokter tidak datang sampai saya dipindahkan ke ruangan. Lama kelamaan suhu badan saya makin naik kembali ke 39 derajat dan datang dokter pengganti yang saya juga tidak tahu dokter apa. Setelah dicek dokter tersebut hanya mengatakan akan menunggu dr H saja.

    Esoknya dr H datang sore hari dengan hanya menjelaskan ke suster untuk memberikan obat berupa suntikan lagi. Saya tanyakan ke dokter tersebut saya sakit apa sebenarnya dan dijelaskan saya kena virus udara. Saya tanyakan berarti bukan kena demam berdarah. Tapi, dr H tetap menjelaskan bahwa demam berdarah tetap virus udara. Saya dipasangkan kembali infus sebelah kanan dan kembali diberikan suntikan yang sakit sekali.

    Malamnya saya diberikan suntikan 2 ampul sekaligus dan saya terserang sesak napas selama 15 menit dan diberikan oxygen. Dokter jaga datang namun hanya berkata menunggu dr H saja.

    Jadi malam itu saya masih dalam kondisi infus. Padahal tangan kanan saya pun mengalami pembengkakan seperti tangan kiri saya. Saya minta dengan paksa untuk diberhentikan infusnya dan menolak dilakukan suntikan dan obat-obatan.

    Esoknya saya dan keluarga menuntut dr H untuk ketemu dengan kami. Namun, janji selalu diulur-ulur dan baru datang malam hari. Suami dan kakak-kakak saya menuntut penjelasan dr H mengenai sakit saya, suntikan, hasil lab awal yang 27.000 menjadi revisi 181.000 dan serangan sesak napas yang dalam riwayat hidup saya belum pernah terjadi.  Kondisi saya makin parah dengan membengkaknya leher kiri dan mata kiri.

    dr H tidak memberikan penjelasan dengan memuaskan. Dokter tersebut malah mulai memberikan instruksi ke suster untuk diberikan obat-obatan kembali dan menyuruh tidak digunakan infus kembali. Kami berdebat mengenai kondisi saya dan meminta dr H bertanggung jawab mengenai ini dari hasil lab yang pertama yang seharusnya saya bisa rawat jalan saja. dr H menyalahkan bagian lab dan tidak bisa memberikan keterangan yang memuaskan.

    Keesokannya kondisi saya makin parah dengan leher kanan saya juga mulai membengkak dan panas kembali menjadi 39 derajat. Namun, saya tetap tidak mau dirawat di RS ini lagi dan mau pindah ke RS lain. Tapi, saya membutuhkan data medis yang lengkap dan lagi-lagi saya dipermainkan dengan diberikan data medis yang fiktif.

    Dalam catatan medis diberikan keterangan bahwa bab (buang air besar) saya lancar padahal itu kesulitan saya semenjak dirawat di RS ini tapi tidak ada follow up-nya sama sekali. Lalu hasil lab yang diberikan adalah hasil thrombosit saya yang 181.000 bukan 27.000.

    Saya ngotot untuk diberikan data medis hasil lab 27.000 namun sangat dikagetkan bahwa hasil lab 27.000 tersebut tidak dicetak dan yang tercetak adalah 181.000. Kepala lab saat itu adalah dr M dan setelah saya komplain dan marah-marah dokter tersebut mengatakan bahwa catatan hasil lab 27.000 tersebut ada di Manajemen Omni. Maka saya desak untuk bertemu langsung dengan Manajemen yang memegang hasil lab tersebut.

    Saya mengajukan komplain tertulis ke Manajemen Omni dan diterima oleh Og(Customer Service Coordinator) dan saya minta tanda terima. Dalam tanda terima tersebut hanya ditulis saran bukan komplain. Saya benar-benar dipermainkan oleh Manajemen Omni dengan staff Og yang tidak ada service-nya sama sekali ke customer melainkan seperti mencemooh tindakan saya meminta tanda terima pengajuan komplain tertulis.

    Dalam kondisi sakit saya dan suami saya ketemu dengan Manajemen. Atas nama Og (Customer Service Coordinator) dan dr G (Customer Service Manager) dan diminta memberikan keterangan kembali mengenai kejadian yang terjadi dengan saya.

    Saya benar-benar habis kesabaran dan saya hanya meminta surat pernyataan dari lab RS ini mengenai hasil lab awal saya adalah 27.000 bukan 181.000. Makanya saya diwajibkan masuk ke RS ini padahal dengan kondisi thrombosit 181.000 saya masih bisa rawat jalan.

    Tanggapan dr G yang katanya adalah penanggung jawab masalah komplain saya ini tidak profesional sama sekali. Tidak menanggapi komplain dengan baik. Dia mengelak bahwa lab telah memberikan hasil lab 27.000 sesuai dr M informasikan ke saya. Saya minta duduk bareng antara lab, Manajemen, dan dr H. Namun, tidak bisa dilakukan dengan alasan akan dirundingkan ke atas (Manajemen) dan berjanji akan memberikan surat tersebut jam 4 sore.

    Setelah itu saya ke RS lain dan masuk ke perawatan dalam kondisi saya dimasukkan dalam ruangan isolasi karena virus saya ini menular. Menurut analisa ini adalah sakitnya anak-anak yaitu sakit gondongan namun sudah parah karena sudah membengkak. Kalau kena orang dewasa laki-laki bisa terjadi impoten dan perempuan ke pankreas dan kista.

    Saya lemas mendengarnya dan benar-benar marah dengan RS Omni yang telah membohongi saya dengan analisa sakit demam berdarah dan sudah diberikan suntikan macam-macam dengan dosis tinggi sehingga mengalami sesak napas.  Saya tanyakan mengenai suntikan tersebut ke RS yang baru ini dan memang saya tidak kuat dengan suntikan dosis tinggi sehingga terjadi sesak napas.

    Suami saya datang kembali ke RS Omni menagih surat hasil lab 27.000 tersebut namun malah dihadapkan ke perundingan yang tidak jelas dan meminta diberikan waktu besok pagi datang langsung ke rumah saya. Keesokan paginya saya tunggu kabar orang rumah sampai jam 12 siang belum ada orang yang datang dari Omni memberikan surat tersebut.

    Saya telepon dr G sebagai penanggung jawab kompain dan diberikan keterangan bahwa kurirnya baru mau jalan ke rumah saya. Namun, sampai jam 4 sore saya tunggu dan ternyata belum ada juga yang datang ke rumah saya. Kembali saya telepon dr G dan dia mengatakan bahwa sudah dikirim dan ada tanda terima atas nama Rukiah.

    Ini benar-benar kebohongan RS yang keterlaluan sekali. Di rumah saya tidak ada nama Rukiah. Saya minta disebutkan alamat jelas saya dan mencari datanya sulit sekali dan membutuhkan waktu yang lama. LOgkanya dalam tanda terima tentunya ada alamat jelas surat tertujunya ke mana kan? Makanya saya sebut Manajemen Omni pembohon besar semua. Hati-hati dengan permainan mereka yang mempermainkan nyawa orang.

    Terutama dr G dan Og, tidak ada sopan santun dan etika mengenai pelayanan customer, tidak sesuai dengan standard international yang RS ini cantum.

    Saya bilang ke dr G, akan datang ke Omni untuk mengambil surat tersebut dan ketika suami saya datang ke Omni hanya dititipkan ke resepsionis saja dan pas dibaca isi suratnya sungguh membuat sakit hati kami.

    Pihak manajemen hanya menyebutkan mohon maaf atas ketidaknyamanan kami dan tidak disebutkan mengenai kesalahan lab awal yang menyebutkan 27.000 dan dilakukan revisi 181.000 dan diberikan suntikan yang mengakibatkan kondisi kesehatan makin memburuk dari sebelum masuk ke RS Omni.

    Kenapa saya dan suami saya ngotot dengan surat tersebut? Karena saya ingin tahu bahwa sebenarnya hasil lab 27.000 itu benar ada atau fiktif saja supaya RS Omni mendapatkan pasien rawat inap.

    Dan setelah beberapa kali kami ditipu dengan janji maka sebenarnya adalah hasil lab saya 27.000 adalah fiktif dan yang sebenarnya saya tidak perlu rawat inap dan tidak perlu ada suntikan dan sesak napas dan kesehatan saya tidak makin parah karena bisa langsung tertangani dengan baik.

    Saya dirugikan secara kesehatan. Mungkin dikarenakan biaya RS ini dengan asuransi makanya RS ini seenaknya mengambil limit asuransi saya semaksimal mungkin. Tapi, RS ini tidak memperdulikan efek dari keserakahan ini.

    Sdr Og menyarankan saya bertemu dengan direktur operasional RS Omni (dr B). Namun, saya dan suami saya sudah terlalu lelah mengikuti permainan kebohongan mereka dengan kondisi saya masih sakit dan dirawat di RS lain.

    Syukur Alhamdulilah saya mulai membaik namun ada kondisi mata saya yang selaput atasnya robek dan terkena virus sehingga penglihatan saya tidak jelas dan apabila terkena sinar saya tidak tahan dan ini membutuhkan waktu yang cukup untuk menyembuhkan.

    Setiap kehidupan manusia pasti ada jalan hidup dan nasibnya masing-masing. Benar. Tapi, apabila nyawa manusia dipermainkan oleh sebuah RS yang dipercaya untuk menyembuhkan malah mempermainkan sungguh mengecewakan.

    Semoga Allah memberikan hati nurani ke Manajemen dan dokter RS Omni supaya diingatkan kembali bahwa mereka juga punya keluarga, anak, orang tua yang tentunya suatu saat juga sakit dan membutuhkan medis. Mudah-mudahan tidak terjadi seperti yang saya alami di RS Omni ini.

    Saya sangat mengharapkan mudah-mudahan salah satu pembaca adalah karyawan atau dokter atau Manajemen RS Omni. Tolong sampaikan ke dr G, dr H, dr M, dan Og bahwa jangan sampai pekerjaan mulia kalian sia-sia hanya demi perusahaan Anda. Saya informasikan juga dr H praktek di RSCM juga. Saya tidak mengatakan RSCM buruk tapi lebih hati-hati dengan perawatan medis dari dokter ini.

    Salam,
    Prita Mulyasari
    Alam Sutera
    prita.mulyasari@yahoo.com
    081513100600

    SEMOGA KEADILAN DITEGAKKAN!

    Incoming search terms:

    Share on Facebook

    Tags: , , , , , , , , , , , ,

  • Suara Hati 01.05.2009 No Comments
    may-day

    may-day

    Simpelnya , May day adalah hari buruh internasional..
    Bukannya ikut ikutan atau gimana, Hari ini memang cocok diperingati dan dirayakan dengan sesuatu yang spesial oleh kaum pekerja..
    Di tengah krisis global, atau malah sebelum krisis global sampai sekarang, nasib kaum pekerja di Indonesia sudah memprihatinkan..
    Undang undang yang tidak berpihak, ego tinggi para kapitalis pemilik modal dan usaha, upah yang masih minim, intinya kesejahteraan yang begitu buruk..
    1 mei 2009 ini harusnya momen yang baik..
    Para pemimpin sedang sibuk berkoalisi, tak satu pun yang membicarakan nasib rakyat, khususnya kaum pekerja..
    Kita harus bersuara hari ini..
    Agar para birokrat tidak tuli dan buta…

    Incoming search terms:

    Share on Facebook

    Tags: , , , , , ,

  • Suara Hati 15.04.2009 No Comments

    Carut marut pemilu 2009 , membawa hikmah dan harusnya jadi pelajaran untuk birokrat negeri tercinta.
    Hal paling krusial dalah permasalahan DPT, yang berujung pada permasalahan Data Kependudukan..
    Di indonesia, sudah lumrah, satu orang bisa punya 2,3,4,5 KTP atau lebih …
    Memang luas wilayah dan geografis menjadi tantangan tersendiri. Sangat sulit menertibkan masalah kependudukan , apalagi kalau tidak ada niat baik dari tiap orang di negeri ini..
    Kalau masalah sistem komputerisasi yang terintegrasi (atau kadang disebut online – istilah lucu…) , rasanya bisa kita bangun perlahan, kalau memang ada program pemerintah serentak dan sifatnya sedikit memakasa.
    Lha wong memaksa orang untuk membuat NPWP aja bisa ,…Atau karena proyek ini nggak ada duitnya kali ya ? jadi sengaja tidak dieksekusi serius..hihihi..
    Untuk programmer, rasanya bangsa ini tidak kekurangan SDM..anak muda sekarang pinter2..
    ID unik tiap warga negara akan memberi banyak kemudahan.
    Jaminan Sosial, politik, ekonomi,dll,semuanya akan merasa terbantu..
    Bayangan saya dengan data ini, saya rasa Pemilu akan jauh dari kisruh DPT..Pendataan penduduk miskin lebih mudah. Warga yang ikut ikutan jadi teroris, gampang dilacak..
    yah…Kalau saja…kita masih berandai andai, padahal jika ada niat baik, semuanya bisa diwujudkan….
    Yang punya KTP lebih dari 1, tolong dicabut , sampai anda punya 1 KTP ...

    Incoming search terms:

    Share on Facebook

    Tags: , , , , , ,

  • Suara Hati 11.04.2009 1 Comment

    Hasil quick count pemilu Legislatif menunjukkan kalau Partai Demokrat, dengan jumlah suara sekitar 20 % , menjadi pemenang pemilu..
    Buat GOLKAR,PDIP,PAN,PKS,GERINDRA, HANURA,dll, hendaknya menunjukkan sikap jantan dan bisa legowo mengakui kalau rakyat lebih memilih yang menang.
    Protes kecurangan boleh aja, tapi seberapa sih pengaruh kecurangan dengan hasil quick count 4 lembaga survey , yang membuktikan demkorat unggul mutlak.
    Rakyat akan bahagia kalau Mega,wiranto,Prabowo berniat  menyalami SBY atas kemengangan demokrat..
    Walaupun, tetap bersaing, suasana kondusif negeri ini perlu dijaga.Rakyat butuh suasan damai agar bisa cari nafkah..
    Elit politik kita mestil ebih sering lihat Liga inggris,Italia atau liga champion, yang walau mereka babak belur, saling sikut, saling tackle, namun di akhir pertandingan , tetap bisa bersalaman, ucapkan selamat bagi yang menang..
    Ayo, sekali kali berkorban bagi rakyat..

    Share on Facebook

    Tags: , , , , , , , , , , ,

  • Suara Hati 06.04.2009 No Comments
    hitler

    hitler

    Hargai orang, jika anda ingin dihargai..
    Hargai dia sebagai manusia, bukan mesin atau sapi perah..
    Mereka bekerja dengan cucuran keringat dan perasaan.
    Jangan kau hianati mereka.
    Jangan kau bohongi mereka.
    Pastikan anda tidak lebih kejam dari kompeni atau jepang memperlakukan romusha.
    Bila anda harus memberi, berilah dengan ikhlas.

    Beri sesuai apa yang mereka kerjakan dan perbuat.
    Jangan pernah mengambil apa yang bukan hak anda.
    Jangan sok bijaksana, tapi intinya mencuci otak karyawan.Jangan mengutip kitab suci untuk menindas orang.
    Dosa besar..
    Jangan mengukur semua dengan materi, ukurlah dengan hati.
    Susah , kalau otak anda isinya uang melulu..
    SERAKAH..
    Ingat, kalau uang tidak anda bawa mati, hanya kain putih yang akan membungkus anda..
    Moga moga anda tidak tuli, bos yang pelit dan serakah!!!

    Incoming search terms:

    Share on Facebook

    Tags: , , , , , ,

  • Suara Hati 04.04.2009 1 Comment
    goyang-dangdut-kampanye

    goyang-dangdut-kampanye

    Kampanye di lapangan terbuka  memang sudah saatnya ditinggalkan…
    Lebih banyak sisi negatif dari sisi positif yang ditimbulkannya.
    Pengalaman saya kemarin, saat kampanye sebuah partai di Bali , kampanye terbuka sebuah partai malah menimbulkan antipati pemakai jalan..
    Puluhan pengendara memaki maki..
    Sudah 15 kali lampu merah-hijau berganti , pemakai jalan tidak bisa lewat…sialan…kata bapak di sebelah, yang akan berangkat kerja ke daerah nusa dua..
    Sepertinya pemimpin partai yang lewat, diiringi oleh konvoi kampungan dari pendukungnya..
    Sama sekali tidak tertib dan mengganggu..
    Anak kecil dibonceng dengan kecepatan tinggi dan tanpa helm..
    Atribut partai membuat laju motor tidak stabil.
    Teriak teriak kayak orang gila.
    Saya heran, dengan tingkah seperti ini mereka ingin partainya dipilih atau mendapat simpati..
    SIALAN…
    Suruh saja orang yang buta dan tuli untuk memilih anda dan partai anda..
    MEMALUKAN….
    Saat teknologi makin canggih, rasanya sudah saatnya kampanye terbuka  di lapangan ditinggalkan.
    Kampanye model ini cuma ajang bagi baju kaos dan nonton dangdut..
    Dangdut menjadi senjata menarik massa. Saya yakin, kebanyakan orang datang karena ingin melihat goyang dangdut atau artis, dan cuma sebagian kecil yang memang didorong kecintaannya terhadap partai…
    Yang datang kampanye, orangnya sama.percaya tidak percaya…
    Goyang dangdut , dipakai untuk menutupi ambisi mereka.
    Mereka bicara partai saja, bukan bicara rakyat..
    Atau kalau mereka bicara rakyat, cuma atas nama rakyat saja…
    Mereka harusnya bilang KITA bukan KAMI...
    Daerah dipecah dengan partai partai..
    Politikus terlalu genit mendirikan partai..
    Cukup kumpulin KTP , fotocopy, jadilah sebuah partai..
    huuuhhhhh..pusing..

    Incoming search terms:

    Share on Facebook

    Tags: , , , , , , , , , , , ,

  • Suara Hati 31.03.2009 No Comments

    Setelah kurang lebih 2 tahun, 3 bulan di bamboomedia (2006 akhir- maret 2009) , akhirnya saya memutuskan keluar Bamboomedia…
    Lebih dari cukup rasanya, menimba ilmu di sana..
    Beberapa produk tutorial, yang menjadi project saya, sekaligus jadi pelajaran ke diri saya sendiri..
    (Kalau ada waktu silahkan berkunjung ke http://kunchunx.com – untuk liat liat produknya)
    Ya mudah mudahan bisa jadi bekal ke depan..
    Plus minus memang selalu ada di manapun kita bekerja..
    Terima kasih buat teman teman sewaktu di BAMBOOMEDIA.
    Untuk keramahan dan kekompakannya..
    Apapun yang saya dapat : manis,pahit,susah,senang,kecewa,gembira,dan lain lain, semuanya adalah pelajaran dan mata kuliah wajib di UNIVERSITAS KEHIDUPAN..
    Bye bye Bamboomedia..

    Incoming search terms:

    Share on Facebook

    Tags: , , , , , , , , ,

  • Suara Hati 25.03.2009 No Comments
    kakek

    kakek

    (Renungan nyepi tahun caka 1931-kunchunx )
    Nyepi itu..
    Sepi..
    Sepi dari hiruk pikuk teriakan  manusia, motor, mobil dan bunyi yang maramaikan kehidupan kita.

    Nyepi itu ..
    Damai..
    Damai terasa di hati, tanpa beban kerja tanpa aktivitas yang melelahkan hati

    Nyepi itu …
    Renungan
    Berfikir dan introspeksi tentang apa yang sudah kita perbuat dan apa yang akan kita perbuat, agar esok lebih baik

    Nyepi itu..
    Kembali..
    Kembali sadar, kita makhluk tuhan , yang sewaktu waktu harus dipanggilnya..serahkan semuanya ke tangan-NYA.
    Kembali ke jalannya , jika kita merasa sudah terlalu jauh…

    Nyepi itu
    Satu hari…
    Andaikan seluruh dunia merakannya.
    Satu hari Atmosfer Bumi bersih dan terang …
    Sang alam merasa lega..
    Andaikan…

    Incoming search terms:

    Share on Facebook

    Tags: , , , , , , , , , ,