• renungan 23.10.2011 No Comments

    3 oktober 2011,
    saudara tersayang, kakak tercinta, staff dosen FMIPA universitas udayana , sekretaris jurusan FISIKA FMIPA UNUD , teman,sahabat , bapak tercinta bagi anak nya , suami tercinta untuk istrinya : I PUTU WIDYATMIKA, S.Si,M.Si, meninggal dunia saat menjalankan tugasnya di kampus yang sangat beliau cintai : UNIVERSITAS UDAYANA..

    rest in peace bro ..
    putra putrimu yang masih kecil akan trus bertanya kemana dirimu, kujawab ke surga, ke tempat yang indah, tempat yang penuh ketenangan di sana…
    ragamu kembali ke alam, tapi jiwamu akan selalu hidup dalam hati..

    hidup slalu penuh misteri dan tak bisa ditebak..
    hidupmu begitu singkat, tapi membanggakan semua saudaramu,anak,istri,teman,saudara..

    *beberapa hari setelah kepergianmu ke dunia sana, stave jobs dan simoncelli juga menyusul dirimu.. berbahagialah di sana..

    Dari khalil gibran :

    Biarkan aku terbaring dalam lelapku,
    kerana jiwa ini telah dirasuki cinta,
    dan biarkan daku istirahat,
    kerana batin ini memiliki segala kekayaan malam dan siang.

    Nyalakan lilin-lilin dan bakarlah dupa nan mewangi di sekeliling ranjang ini,
    dan taburi tubuh ini dengan wangian melati serta mawar.
    Minyakilah rambut ini dengan puspa dupa dan olesi kaki-kaki ini dengan wangian,
    dan bacalah isyarat kematian yang telah tertulis jelas di dahi ini.
    Biarku istirahat di ranjang ini,
    kerana kedua bola mata ini telah teramat lelahnya;

    Biar sajak-sajak bersalut perak bergetaran dan menyejukkan jiwaku;
    Terbangkan dawai-dawai harpa dan singkapkan tabir lara hatiku.
    Nyanyikanlah masa-masa lalu seperti engkau memandang fajar harapan dalam mataku,
    kerana makna ghaibnya begitu lembut bagai ranjang kapas tempat hatiku berbaring.

    Hapuslah air matamu, saudaraku,
    dan tegakkanlah kepalamu seperti bunga-bunga menyemai jari-jemarinya menyambut mahkota fajar pagi.

    Lihatlah Kematian berdiri bagai kolom-kolom cahaya antara ranjangku dengan jarak infiniti;
    Tahanlah nafasmu dan dengarkan kibaran kepak sayap-sayapnya.
    Dekatilah aku, dan ucapkanlah selamat tinggal buatku.
    Ciumlah mataku dengan seulas senyummu.

    Biarkan anak-anak merentang tangan-tangan mungilnya buatku dengan kelembutan jemari merah jambu mereka;
    Biarkanlah Masa meletakkan tangan lembutnya di dahiku dan memberkatiku;
    Biarkanlah perawan-perawan mendekati dan melihat bayangan Tuhan dalam mataku,
    dan mendengar Gema Iradat-Nya berlarian dengan nafasku….

    Incoming search terms:

    Share on Facebook

    Tags: , , , , , ,

  • renungan 26.10.2010 No Comments

    Wasior disapu air bah…

    Mentawai diguncang gempa ,  disapu tsunami.

    Merapi meletus (lagi).

    Tuhan sedang menguji.

    Tuhan memberi peringatan.

    Tuhan sedang marah.

    Masihkan dirimu tidak hirau ?

    Masihkan dirimu alpa ?

    Masihkah kau anggap ini kebetulan ?

    Masihkan kesombonganmu kau  agungkan?

    Masihkah engkau menganggap diri paling benar?

    Masihkah engkau berdusta dan teriak lantang untuk kebohongan atas nama rakyat ?

    Masihkah Negeri ini kau mainkan Sandiwara Melankolis ?

    Kembalilah renung dan resapi.

    Hati nurani yang selama ini hilang tertutup ego dan kerakusan.

    Rasakan duka saudara kita.

    Mereka saudara kita.

    Saudara, di Negeri kaya yang penuh kemiskinan.

    karena semuanya Lupa.

    jika semuanya sudah dicatat olehNYA
    Ketuklah pintu hatimu, ulurkan tanganmu
    Sebab karma tak pernah tidur dan lupa…

    *ketut koencoeng, soeatoe malam di boelan oktober 2010*

    Incoming search terms:

    Share on Facebook

    Tags: , , , , , , , , , ,

  • renungan 14.03.2010 No Comments
    ogoh-ogoh

    ogoh-ogoh

    Nyepi, Tahun Baru  yang dirayakan secara sepi oleh umat Hindu di Bali, jatuh di Bulan Maret di 2010, tepatnya tanggal 17 .
    Ada beberapa rangkaian Upacara sebelum hari raya nyepi ini misalnya Melasti, Pengrupukan , nyepi itu sendiri dan Ngembak geni.
    Di Bali , perayaan nyepi ini , khususnya pada pengrupukan (nyepi-1) , diwarnai pawai ogoh -ogoh.
    Secara umum, bentuk ogoh ogoh itu sendiri adalah seperti ondel ondel.
    Ogoh ogoh adalah perlambang / wujud dari sifat raksasa / bhuta kala , yang dalam ajaran Hindu merupakan “the Bad Side”
    Saya kurang tahu persis kapan ogoh ogoh ini mulai dibuat di Bali.
    Sepengetahuan saya, yang saya baca di Sebuah harian lokal di bali dan website Parisada Hindu , disebutkan Ogoh-ogoh mulai dibuat sekitar tahun 1980-an.

    dari kutipan website PHDI :
    Sejak tahun 1980-an, umat mengusung ogoh-ogoh yaitu patung raksasa. Ogoh-ogoh yang dibiayai dengan uang iuran warga itu kemudian dibakar. Pembakaran ogoh-ogoh ini meru-pakan lambang nyomia atau menetralisir Bhuta Kala, yaitu unsur-unsur kekuatan jahat.

    Ogoh-ogoh sebetulnya tidak memiliki hubungan langsung dengan upacara Hari Raya Nyepi. Patung yang dibuat dengan bam-bu, kertas, kain dan benda-benda yang sederhana itu merupakan kreativitas dan spontanitas masyrakat yang murni sebagai cetusan rasa semarak untuk memeriahkan upacara ngrupuk. Karena tidak ada hubungannya dengan Hari Raya Nyepi, maka jelaslah ogoh-ogoh itu tidak mutlak ada dalam upacara tersebut. Namun benda itu tetap boleh dibuat sebagai pelengkap kemeriahan upacara dan bentuknya agar disesuaikan, misalnya berupa raksasa yang melambangkan Bhuta Kala

    Kita hargai dan memberi apresiasi untuk saudara saudara di bali yang sudah susah payah , menelurkan ide dan kreatifitas lewat ogoh-ogoh.
    Demikian juga Sebagai bentuk bakti dan rasa gotong royong

    Sejalan dengan perkembangannya, Arak arakan ogoh-ogoh, oleh oknum tertentu, menjadi arena yang kurang sehat.
    Mencoreng makna nyepi itu sendiri. Minum minuman keras , layaknya bhuta kala itu sendiri. Potensi hal negatif pun menganga.
    Beberapa tahun lalu, Ogoh ogoh sempat dilarang, mengingat kondisi keamanan di atas.
    Sungguh sebuah ironi.

    Hal yang terlupakan dari ogoh ogoh ini adalah esensi ogoh-ogoh dan nyepi umumnya.
    Ogoh ogoh cuma simbol, bukan dewa dan pujaan kita. kasarnya, Tanpa Ogoh ogoh, nyepi pun masih bisa kita jalani.
    Jika memang ingin menyalurkan kreatifitas di ogoh ogoh, buatlah sesuai kemampuan, tidak usah nodong dan meminta sumbangan kesana kesini.
    Konsep yadnya, dengan tulus ikhlas harusnya bisa kita resapi.
    Silahkan arak ogoh-ogoh dengan tertib, akan kita beri salut dan hormat.
    Tapi dengan minuman keras, petasan dan perkelahian di prosesi ogoh -ogoh , saya rasa anda tidak memahami esensinya.

    Saya paham,jamannya sudah Jaman kali yuga.
    Semua yang buruk seolah ada toleransinya.
    Saya juga tidak munafik, kalau saya bukan orang suci dan pasti memiliki banyak dosa.
    Tapi, kita bisa mulai dari diri sendiri, sedikit demi sedikit, memahami esensi  ajaran.

    Mudah mudahan kita selalu diberi pencerahan id Nyepi yang hening ini.
    bukan seperti IKLAN PENYEDIA INTERNET di Bali Post halaman depan, tgl 14 maret 2010,2 hari  sebelum nyepi : INTERNET SEPUASNYA DI NYEPI 2010 …duhhhhhhh
    Iklan begini kok di bagian depan..

    sekali lagi, mari pahami esensi, bukan sekadar prosesi.

    Incoming search terms:

    Share on Facebook

    Tags: , , , , , ,

  • renungan 27.02.2010 No Comments

    Kehidupan yang individualis dan materialistis memang tidak bisa kita hindari di jaman ini
    Kesibukan kerja kadang membuat kita melupakan yang namanya sosialisasi.
    Efeknya terasa tidak hanya di kota tapi juga sudah meracuni desa desa terpelosok.

    Sebagai orang desa, saya sangat merasakan hal tersebut.
    Di desa, semangat gotong royong masih ada, tapi mulai menipis.
    Semuanya sekarang diukur dengan uang. Ada uang, ada tenaga, ada pekerjaaan.
    Kalau dulu orang punya hajatan, semuanya bisa dilakukan gotong royong, tanpa pamrih.
    Kalau sekarang, kasarnya, siapa sih yang mau bekerja tanpa imbalan?
    Kita tidak menyalahkan  individu individu. Jamanlah yang berkata demikian.

    Semua punya kesibukan tersendiri. Semua perlu Uang.
    Kita boleh saja bilang , Segalanya tidak bisa diukur dengan uang, tapi tanpa uang kita tidak bisa melakukan segalanya.

    Di kota apalagi.
    dengan konsep perumahan,apalagi rumah – rumah yang banyak dikontrakkan entah pada siapa.
    Sosialisasi dan gotong royong menjadi barang mahal.

    Saya pribadi mengalaminya.
    Tinggal di perumahan yang baru 4 tahun di bangun, dengan tetangga yang berubah tiap tahun.(yang punya rumah rajin mengontrakkan rumahnya)
    Terus terang, di satu gang in saja, saya tidak hafal nama namanya.
    Mereka seperti saya, kerja pagi, pulang sore/malam. pulang kecapekan, langsung istirahat , ngeblog, facebookan atau tidur.
    Semuanya seperti sudah berjalan seperti itu.
    yang lucu, saya baru kenal tetangga depan rumah saya gara gara pembayaran PDAM yang udah nunggak 2 bulan dan terancam diputus.
    Surat sampai ke tangan tetangga saya dan dia tidak tahu nama saya. parahnya, PDAM membuat tagihan di alamat berbeda, mirip alamat yang dia tempati
    (kebetulan yang terima si istri. yang biasanya mengurus PDAM bapaknya..hehe)
    Takut airnya diputus, s ibu Tetangga baik hati ini membayar tagihan nya ke PDAM.

    Kebetulan pagi esoknya saya ketemu, dan si ibu tanya, apa punya tagihan PDAM 2 bulan ?

    upssssss

    punya kami kayaknya bu…

    hahahah.

    yah, saya ganti uangnya dan ngobrol sebentar.
    saya tanya nama bapaknya :

    oh..nama tetangga saya itu pak Winata..

    Incoming search terms:

    Share on Facebook

    Tags: , , , , ,

  • renungan 22.02.2010 1 Comment
    anggota-dpr-terhormat

    anggota-dpr-terhormat

    Beberapa waktu lalu, RUU Pornoaksi dan Pornografi jadi sumber kehebohan.
    Bagi yang kontra, ada ketakutan RUU disalahgunakan oleh segelintir pihak, kasarnya, sebagai contoh masak pakai pakaian seksi mau ditangkap..hehe>
    Bagi yang Pro alasannya moral..
    hhmm Moral ??? Moral yang mana ?
    Urus saja moral anda sendiri bung, instrospeksi, jangan urus moral orang lain dulu sebelum mengurus moral diri sendiri..
    APA TIDAK ADA HAL YANG LEBIH PENTING DAN MENDESAK UNTUK DIBUATKAN RUU ?
    RUU KUMPULIN BERAS GITU KEK..

    Yang paling anyar, ada RUU yang mempermasalahkan nikah siri dan penistaan agama.
    Ketika dilempar ke masyarakat, tentu saja banyak polemik.
    Ada ada saja..

    Negara ini terlalu banyak mengurus hal hal yang tidak perlu.
    Msih banyak masalah kesejahteraan sosial yang harus di selesaikan.
    Ketika musim hujan dan banjir datang, apa usaha dari pihak terkait ?  Apa  pernah dipikirkan upaya mencegah hal yang berulang dan berulang ini?
    Belum lagi masalah administrasi kependudukan. hal yang menjadi hal vital ketika musim berpolitik sudah datang dan banyak pengaruhnya ke masalah sosial lain.
    Belum pernah terdengar, kabar yang sekencang kabar UU pornoaksi dan pornografi  untuk masalah administrasi kependudukan ini.

    Mungkin saja MEDIA lebih suka mengngkat hal hal yang kontroversial tapi tidak penting ?
    atau lebih suka menampilkan artis selingkuh dan cerai ketimbang menampilkan korban bencana dan kehidupan nyata di bawah?

    entahlah, Kata orang, BAD NEWS is A GOOD NEWS. benar juga

    kita cuma berharap akan satu hal yang amat sulit kita dapatkan di jaman serba edan ini : “NIAT BAIK”..
    Semoga lebih banyak teman teman yang berfikir positif..

    Incoming search terms:

    Share on Facebook

    Tags: , , , , , , ,

  • renungan 18.02.2010 No Comments

    Hidup di jaman modern ini, menuntut kita selalu cepat,tanggap, dan fokus terhadap apa yang kita jalani.
    Cobalah untuk berpikir sejenak dan merenung, berapa jam seharinya kita menghabiskan waktu kita untuk pekerjaan yang kita jalani.

    Mulai pagi, berangkat kerja, kadang lupa sarapan..
    Kemudian di pagi yang cerah, kita diwajibkan untuk memikirkan dan menjalani apa yang kita sebut PEKERJAAN.
    Dengan diselingi sedikit makan siang dan istirahat di siangnya, kita kembali menjalani pekerjaan kita, tanpa sedikitpun bisa menikmati panasnya dunia.
    Diselimuti AC yang dingin, Otak  dan perasaan kita tetap panas. Panas karena pekerjaan menuntut lebih, atau malah boss kita yang menuntut lebih dan lebih tanpa berusaha melebihi (baca : menaikkan) pendapatan kita .
    Belum lagi yang namanya lembur dan lembur.
    Jarang sekali kita bisa menyaksikan matahari terbenam di barat di hari kerja (senin – jumat )
    Sebuah siklus yang harus kita jalani, walau berat. Hidup adalah perjuangan kata ahmad dhani dan kawan-kawan. Betul sekali.

    Buat teman teman yang kurang beruntung, hari sabtu mungkin mereka masih tetap bekerja walau harinya akhir minggu.

    Kesibukan kerja , membuat kadang kita lupa tentang kodrat kita sebagai makhluk sosial dan dunia nyata di sekitar kita.
    FB tidak bisa menggantikan “kehidupan sosial nyata” kita.
    Kadang kita lupa kalau di sekitar kita , berjalan sebuah siklus : LAHIR,HIDUP, MATI dengan segala konsekuensi aktifitasnya.

    Berkaca dari pengalaman pribadi saya , Sebuah kematian teman dekat , saudara  atau orang tua , bisa membangunkan kita dari hayal dunia kerja.
    Membuat kita sejenak menoleh ..
    Menoleh agar kita lebih peka dan bisa merasakan.
    Bukan anjuran untuk malas bekerja. Bekerja tetap penting untuk kehidupan material kita.
    Tapi luangkanlah waktu sejenak untuk menoleh ke kiri dan kanan, segala yang ada di sekitar kita.
    Membantu sesama, mendengarkan keluh teman dan sodara.
    Tengoklah indahnya dunia, nikmati karya agung lukisan tuhan di dunia.
    Kita tak pernah tahu , sampai kapan kita bisa hidup dan menghembuskan nafas.
    Berserahlah  padaNya , sebab dia yang maha kuasa

    Sekali lagi :
    COBALAH UNTUK MENENGOK DAN MENOLEH SEBENTAR, keluar dari rutinitas..
    HIDUP INI INDAH, PENUH DENGAN WARNA..

    Share on Facebook

    Tags: , , , , , , ,