• Politik 08.07.2009 1 Comment
    hasil-quick-count-pilpres

    hasil-quick-count-pilpres

    Hasil quick count Pilpres 2009 kita tunggu tunggu..moga moga sukses..
    mudah mudahan bisa menghasilkan pemimpin yang bisa memperbaiki negeri ..
    mari lanjutkan pro rakyat, lebih cepat lebih baik!!!
    Perolehan suara sementara :
    MEGA PRABOWO SBY BOEDIONO JK WIRANTO

    paket-seafood-jimbaran

    paket-seafood-jimbaran

    IKLAN :

    PAKET DINNER SEAFOOD JIMBARAN I Rp.100.000/pax, watesport 60.000, ada di bliketut.com

    Incoming search terms:

    Share on Facebook

    Tags: , , , , , , , , , ,

  • Politik 06.07.2009 2 Comments

    Pilpres tinggal beberapa jam lagi buat yang mau nyontreng, anda harus tau visi dan misi yang akan dicontreng.
    Jangan sampai 2 menit di bilik suara, menyebabkan 5 tahun derita..hehe..
    Ini dia, Profil dan Visi Misi Capres – cawapres : Megawati -  Prabowo (pro rakyat)

    CALONP RESIDEN
    Nama Lengkap : Dyah Permata Megawati Setyawati
    Tempat/ Tanggal Lahir : Yogyakarta, 23 Januari 1947
    Agama : Islam
    Status perkawinan : Menikah
    Suami : Taufik Kiemas
    Anak : Tiga orang.
    Riwayat Pendidikan:
    · SD Perguruan Cikini Jakarta Tahun 1954-1959
    · SLTP Perguruan Cikini Jakarta Tahun 1960-1962
    · SLTA Perguruan Cikini Jakarta Tahun 1963-1965
    · Fakultas Pertanian UNPAD Bandung Tahun 1965-1967
    · Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Tahun 1970-1972
    Pengalaman Organisasi:
    · Aktivis GMNI Tahun 1965-1972
    · Ketua Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Cabang Jakarta Pusat
    · Ketua Umum DPP PDI Tahun 1993-1998
    · Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Tahun 1998-sekarang
    Pengalaman Pekerjaan :
    · Anggota DPR/MPR Periode 1987-1992, 1992-1997, 1999 Pimpinan Fraksi PDI dan
    Anggota BKSAP DPR.
    · Wakil Presiden Republik Indonesia Oktober 1999 – 23 Juli 2001.
    · Presiden Republik Indonesia 23 Juli 2001-2004.
    Lain-Lain :
    · Pembicara SESKOAD, SESKOGAB, SESKOAU Tahun 1994-1996.
    · Peserta Konferensi Wanita Islam International di Pakistan Tahun 1994.
    · Mengikuti Konferensi Intern Parliamentary Union.

    CALON WAKIL PRESIDEN
    Nama Lengkap : H. Prabowo Subianto Djojohadikusumo
    Tempat/ Tanggal Lahir : Jakarta, 17 Oktober 1951
    Agama : Islam
    Status Perkawinan : Pernah Kawin
    Anak : Satu orang
    Pekerjaaan:
    · Pengusaha
    Riwayat Pendidikan:
    · SD di Hongkong.
    · SMP di Zurich.
    · SMA di American School In London, U.K. Tahun 1968
    · Akabri Darat Magelang Tahun 1970 – 1974
    · Sekolah Staf Dan Komando TNI-AD Tahun 1987
    Pengalaman Pekerjaan:
    · Perwira TNI Angkatan Darat Tahun 1974 – 1988
    · Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus Tahun 1996 – 1998
    · Panglima Komando Cadangan Strategi Angkatan Darat (Pangkostrad) Tahun 1998
    · Direktur Utama PT. Tidar Kerinci Agung Indonesia sampai sekarang
    · Direktur Utama PT. Nusantara Energy Indonesia sampai sekarang
    · Direktur Utama PT. Jaladri Nusantara sampai sekarang
    · Direktur Utama PT. Kertas Nusantara sampai sekarang
    Pengalaman Organisasi:
    · Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Tahun 2004-Sekarang.
    · Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APSI) sampai sekarang
    · Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) sampai sekarang
    · Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)
    Pengalaman Kursus:
    · Kursus Dasar Kecabangan Infanteri Tahun 1974
    · Kursus Para Komando Tahun 1975
    · Counter Terorist Course GSG-9, Germany Tahun 1981
    · Special Force Officer Course, FT Benning USA Tahun 1981

    Visi dan Misi
    Megawati Soekarnoputri – Prabowo Subianto

    Visi
    Gotong Royong Membangun Kembali Indonesia Raya yang Berdaulat,
    Bermartabat, Adil, dan Makmur.
    Misi
    • Menegakkan kedaulatan dan kepribadian bangsa yang bermartabat.
    • Mewujudkan kesejahteraan sosial dengan memperkuat ekonomi kerakyatan.
    • Menyelenggarakan pemerintahan yang tegas dan efektif.
    Program Utama Bidang Ekonomi
    1. Kebijakan Fiskal yang Efektif
    Kebijakan fiskal selama ini tidak mengarah pada penguatan ekonomi secara jangka panjang,
    yang disebabkan karena kebiasaan untuk menggunakan anggaran defisit yang membebani APBN.
    MEGA PRABOWO akan menjalankan kebijakan fiskal yang visioner untuk mendukung
    pengembangan ekonomi berbasis sumber daya alam terbarukan, termasuk mengoptimalkan
    penerimaan negara dari pajak maupun PNBP dan menghindari hutang luar negeri
    2. Kebijakan Moneter yang Mendorong Sektor Riil Serta Reformasi Arsitektur Finansial Global
    Tantangan dalam bidang moneter adalah mengatasi tantangan ketersediaan likuiditas bagi
    penguatan sektor riil, inflasi serta ketidakstabilan nilai rupiah. MEGA PRABOWO akan bekerja
    sama dengan otoritas moneter untuk menciptakan sinkronisasi kebijakan demi penguatan sektor
    riil dan untuk ambil bagian dalam reformasi arsitektur finansial global
    3. Regulasi Pasar Finansial
    Pasar finansial menjadi penyebab krisis finansial akibat kapitalisasinya yang luar biasa
    besar, tetapi sifatnya yang tidak stabil. MEGA PRABOWO akan memastikan aturan yang lebih
    ketat terhadap pasar finansial dan mendorong kontribusinya bagi perekonomian sektor riil.
    Program Utama Bidang Kedaulatan Bangsa
    1. Memperkuat Pertahanan Negara dan Kedaulatan Bangsa
    Sistem keamanan nasional merupakan salah satu bagian dari sistem nasional yag dibangun
    untuk mencapai tujuan nasional di bidang keamanan nasional, yaitu melindungi kedaulatan
    bangsa. MEGA PRABOWO akan mendorong revisi Undang Undang No. 3 Tahun 2002 tentang
    pertahanan negara, sehingga teknis operasionalisasi kebijakan pertahanan negara dapat
    mengatur tentang bagaimana mekanisme koordinasi dalam menghadapi gradasi eskalasi
    ancaman akan dilakukan.
    2. Dewan Keamanan Nasional
    Kita belum punya doktrin keamanan nasional, doktrin pertahanan luar, doktrin keamanan
    dalam negeri, dan doktrin diplomasi internasional. MEGA PRABOWO akan mendorong lahirnya
    UU Keamanan Nasional, yang akan merumuskan pembentukan Dewan Keamanan Nasional,
    sebagai badan yang berwenang mengkoordinasikan seluruh kebijakan.

    Program Utama Bidang Sosial Politik
    1. Penyederhanaan Partai Politik dan Efisiensi Pembuatan Kebijakan Publik
    Banyaknya partai politik peserta pemilu tanpa ada pembeda dalam hal ideologi dan
    program membuat sulit rakyat untuk memilih sesuai dengan keyakinannya dan berdampak pada
    landasan demokrasi. MEGA PRABOWO berpendapat bahwa penyederhanaan jumlah parpol
    peserta pemilu perlu untuk dilakukan melalui seleksi dan persyaratan yang ketat.
    2. Otonomi Daerah yang Efektif dan Potensi Desa
    Tingkat keberhasilan desentralisasi dan otonomi daerah bergantung pada partisipasi
    masyarakat di daerah. MEGA PRABOWO akan memberikan kerangka hukum bagi pemberdayaan,
    partisipasi serta perluasan otonomi daerah, terutama di tingkat desa, agar dapat secara optimal
    memanfaatkan potensi lokal yang ada; memperjuangkan legislasi serta revisi kebijakan yang pada
    intinya akan melindungi hak-hak sipil masyarakat daerah, terutama di desa, di samping
    menumbuhkembangkan kesadaran serta kewajiban mereka sebagai warga negara; dan
    mendorong warga desa yang mengenal kepala desa/lurahnya untuk berperan lebih aktif untuk
    ikut bersama-sama merumuskan program-program pembangunan desa.
    3. Reformasi Birokrasi
    Problem serius seperti pelayanan yang lambat, KKN, struktur yang gemuk masih
    menjangkiti birokrasi di Indonesia, sehingga keberadaannya tidak berjalan maksimal. MEGA
    PRABOWO akan mereformasi birokrasi agar dapat berperan maksimal dalam menjamin
    ketersediaan pelayanan dasar secara berkualitas dan dapat diakses oleh seluruh lapisan
    masyarakat; memberikan perlindungan dari ancaman dan gangguan internal maupun eksternal;
    menjamin keadilan dalam dinamika ekonomi dan persaingan usaha; dan menjamin keberlanjutan
    peningkatan taraf hidup masyarakat dengan memperhatikan aspek-aspek ekonomi, sosial dan
    lingkungan hidup.
    4. Koordinasi Antar Sektor Demi Efektifitas Implementasi Kebijakan
    Masing-masing departemen seringkali bertindak dan menjalankan program secara sendirisendiri
    tanpa mengetahui konsekuensinya serta kemungkinan terjadinya tumpah tindih. Hal yang
    juga berdampak pemborosan anggaran pembangunan dan membuat agenda pembangunan tidak
    terintegrasi dan terarah. MEGA PRABOWO berkeyakinan bahwa harus ada kepemimpinan
    langsung dan kuat oleh presiden dalam pelaksanaan pembangunan antar sektor.
    5. Penegasan Politik Luar Negeri yang Bebas-Aktif
    MEGA PRABOWO akan kembali menegaskan politik luar negeri Indonesia yang bebasaktif,
    yang dilaksanakan untuk memperjuangkan kepentingan nasional kita. MEGA PRABOWO
    menafsirkan prinsip bebas aktif sebagai sebuah situasi bagi Indonesia untuk bebas memilih dengan
    siapa ia bisa memajukan kepentingan nasionalnya secara aktif.
    6. Partisipasi dan Representasi Perempuan dalam Politik
    Selama pemerintahan masa transisi, telah terjadi kemajuan status perempuan yang cukup
    berarti, namun realitas ketimpangan gender masih persisten. MEGA PRABOWO berkeyakinan
    bahwa pencapaian hak perempuan masih perlu mendapat dukungan afirmatif dengan menjamin
    kesamaan akses perempuan untuk pengambilan keputusan dan kepemimpinan; dan
    mengintegrasikan perspektif jender dalam perundangan, kebijakan publik serta program-program
    pembangunan.

    Program Utama Bidang Hukum
    1. Politik Peraturan Perundangan
    Politik Peraturan Perundang–undangan merupakan salah satu problem dan tantangan
    serius untuk membangun dan menegakkan hukum demi keadilan, kepastian, dan kemanfaatan
    hukum untuk perlindungan, pelayanan, dan kesejahteraan rakyat. MEGA PRABOWO akan
    menyusun disain dan prioritas pembentukan peraturan perundang–undangan; meningkatkan
    kualitas peraturan perundang-undangan; memperkuat kerjasama antar lembaga pembentuk
    peraturan perundang-undangan.
    2. Penataan Kelembagaan Negara
    Pembangunan kelembagaan negara telah mengalami pergeseran dan perubahan setelah
    Amandemen Konstitusi UUD 1945 Sistem ketatanegaraan mengenai Kelembagaan Negara
    mengalami pegeseran dan perubahaan. MEGA PRABOWO akan membangun Kelembagaan
    Negara yang terukur, terfokus, terarah, efektif dan efisien dapat menciptakan kepastian dan
    kejelasan keberadaan lembaga negara demi untuk rakyat.
    3. Optimalisasi Struktur dan Aparatur Pelayan dan Penegak Hukum
    Optimalisasi struktur dan aparatur pelayan dan penegak hukum menjadi problem dan
    tantangan mendesak untuk dilaksanakan. Struktur dan aparatur secara formal sudah bertugas
    namun secara subtansial belum atau kurang menunjukkan kualitas komitmen dan kinerja yang
    optimal. Pelaksanaan fungsi, tugas, kewajiban, dan tanggungjawab jajaran struktur dan aparatur
    hukum berkaitan dengan upaya menjadikan hukum sebagai alat perjuangan mensejahterakan
    rakyat. Apabila aparatur pelayan hukum tidak kredibel dan tidak profesional akan mengakibatkan
    rakyat semakin kehilangan harapan dan kepercayaan terhadap hukum itu sendiri.
    4. Promosi dan Implementasi Hak Asasi Manusia (HAM)
    MEGA PRABOWO melihat pelaksanaan HAM di Indonesia masih belum seimbang antara
    pelaksanaan Hak Sipil-Politik dengan Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya. Pasca reformasi
    pelaksanaan HAM masih sebatas pada hak sipil-politik warga untuk lebih bebas berekspresi dan
    berpartisipasi, sementara hak sosial, ekonomi dan budaya warga masih belum dipenuhi secara
    maksimal, terutama hak atas pekerjaan dan bertempat tinggal. MEGA PRABOWO bertekad
    memenuhi hak warga atas pekerjaan dan perumahan, sehingga pelaksanaan HAM di Indonesia
    lebih utuh dan seimbang.

    Program Utama Bidang Pendidikan dan Kabudayaan
    1. Pendidikan Terjangkau untuk Rakyat
    Komersialisasi pendidikan membuat biaya pendidikan semakin mahal, sehingga banyak
    anak-anak yang tidak mampu bersekolah. MEGA PRABOWO secara tegas menolak seluruh
    kebijakan dan tindakan yang mengarah kepada komersialisasi pendidikan. MEGA PRABOWO akan
    berjuang agar pendidikan dasar (SD-SLTP) tanpa dipungut biaya; pendidikan menengah (SLTA)
    di sekolah negeri tidak dipungut biaya; pendidikan tinggi yang terjangkau; dan menyediakan
    pembiayaan untuk kegiatan pengembangan ilmu dan teknologi unggulan.
    2. Partisipasi Sekolah Meningkat
    Tingkat pendidikan masyarakat Indonesia masih rendah. Banyak peserta didik yang tidak
    mampu melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, sehingga angka putus sekolah masih tinggi.
    Angka putus sekolah masih tinggi karena biaya pendidikan yang makin tinggi. MEGA PRABOWO
    akan berupaya memperluas akses pendidikan; dan menyediakan pendidikan dasar bagi anakanak
    telantar.
    3. Reformasi Kurikulum Pendidikan
    Materi kurikulum yang cenderung tumpang tindih dan terlalu banyak tanpa
    mempertimbangkan relevansi dengan minat dan kemampuan peserta didik, sehingga membebani
    peserta didik. MEGA PRABOWO akan mendorong reformasi materi kurikulum; pemberlakuan
    automatic promotion di jenjang pendidikan dasar dan menengah; dan sistem magang berbasis
    kompetensi di jenjang pendidikan tinggi.
    4. Keadilan Pendidikan Antar Wilayah
    Perbedaan antar wilayah dalam pelayanan pendidikan dan pembangunan infrastruktur dan
    suprastruktur pendidikan, menyebabkan disparitas yang tajam tingkat pendidikan di setiap wilayah.
    MEGA PRABOWO akan berjuang agar fasilitas dan pembangunan infrastruktur pendidikan dibangun
    secara merata di setiap wilayah dengan memprioritaskan wilayah-wilayah tertinggal dan melakukan
    rekrutmen guru yang berkualitas dan menjaga keseimbangan distribusi ketersediaan guru di wilayah
    tertinggal yang didukung dengan pemberian kemudahan fasilitas, insentif, jaminan hidup yang memadai
    dan promosi karir yang jelas.
    5. Memperkuat Budaya Lokal
    Globalisasi selain memberikan manfaat yang memudahkan kita dalam mengakses sumbersumber
    informasi, juga mempunyai dampak negatif berupa melemahnya perhatian dan minat
    masyarakat terhadap ekspresi dan kearifan budaya lokal, MEGA PRABOWO akan melaksanakan
    program untuk melindungi tradisi atau hasil budaya lokal yang dianggap mulai punah dan
    memberikan insenstif sosial ekonomi kepada kerja-kerja kebudayaan.
    6. Sistem Monitoring Konflik Nasional
    Pasca reformasi, beragam konflik sosial yang sifatnya kolektif banyak terjadi di Indonesia.
    MEGA PRABOWO akan mengembangkan sistem monitoring konflik nasional, yang dilakukan
    secara sistematis, sehingga konflik yang akan terjadi dapat diantisipasi sejak awal.
    7. Kesadaran Keragaman Budaya
    Masih banyak ditemui konflik sosial secara kolektif, dan di masa mendatang indikasi konflik
    masih berpotensi terjadi. MEGA PRABOWO akan memberikan jaminan politik dan perlindungan
    hukum kepada setiap kelompok masyarakat dalam mengekspresikan praksis kebudayaan; dan
    menekankan tindakan tegas terhadap kelompok masyarakat yang mencoba menghalang-halangi
    suatu masyarakat lainnya dalam melakukan ekspresi budaya; dan mendorong pendidikan
    keragaman.


    PROGRAM AKSI

    Program Aksi Mega-Prabowo 2009-2014 terdiri dari delapan program yang disebut sebagai
    delapan program untuk kemakmuran rakyat. Program aksi tersebut adalah:
    1. Menjadikan kekayaan negara untuk kemakmuran rakyat.
    2. Mencapai perekonomian yang berdaulat, adil, dan makmur.
    3. Melaksanakan ekonomi kerakyatan.
    4. Membangun kedaulatan pangan dan energi.
    5. Menyelenggarakan pemerintahan yang tegas dan efektif dalam melayani masyarakat.
    6. Menciptakan sumberdaya manusia bangsa yang unggul, berpendidikan, sehat, dan
    berkepribadian dalam budaya melalui pendidikan, kesehatan, dan kebudayaan.
    7. Menjaga kelestarian alam dan lingkungan hidup.
    8. Membangun infrastruktur untuk rakyat di pedesaan melalui delapan program desa.

    I. Program aksi untuk menjadikan kekayaan negara untuk kemakmuran rakyat antara lain:
    1. Menjadwalkan kembali utang luar negeri dan mengalihkannya untuk membiayai
    program pendidikan, kesehatan, pangan dan energi, yang murah serta ramah
    lingkungan.
    2. Menyelamatkan kekayaan negara dengan meninjau kembali kontrak pemerintah yang
    merugikan kepentingan nasional.
    3. Menghentikan penjualan aset negara yang strategis dan atau yang menguasai hajat
    hidup orang banyak.
    4. Mewajibkan eksportir nasional yang menikmati fasilitas pembiayaan ekspor impor dari
    negara untuk menyimpan dana hasil ekspornya di bank dalam negeri.
    5. Melarang penyaluran kredit bank pemerintah untuk membangun perumahan dan
    apartemen mewah, mall, serta proyek-proyek mewah lainnya.
    II. Program aksi untuk kedaulatan ekonomi antara lain:
    1. Menjadikan BUMN sebagai lokomotif dan ujung tombak kebangkitan ekonomi.
    2. Membangun industri pengolahan untuk memperoleh nilai tambah.
    3. Meningkatkan pendapatan per kapita dari USD 2.000 menuju USD 4.000.
    4. Membangun sarana dan prasarana tranportasi massal.
    III. Program aksi untuk memperkuat ekonomi kerakyatan.
    1. Prioritas penyaluran kredit perbankan kepada petani, nelayan, dan pedagang tradisional
    dan pedagang kecil.
    2. Memperbesar permodalan lembaga keuangan mikro untuk menyalurkan kredit bagi
    rakyat kecil.
    3. Melindungi pedagang pasar tradisional dengan melarang pembangunan pasar swalayan
    berskala besar yang tidak sesuai dengan undang-undang.
    4. Melindungi dan memperjuangkan hak-hak buruh, termasuk buruh migran (TKI dan
    TKW).
    5. Modernisasi pasar tradisional untuk pedagang tradisional dan pedagang kecil.
    6. Meningkatkan anggaran untuk petani, nelayan, buruh, pedagang tradisional dan
    pedagang kecil.
    7. Memberikan jaminan sosial untuk fakir miskin, penyandang cacat dan rakyat terlantar.

    IV. Program Aksi Membangun Kedaulatan Pangan dan Energi
    1. Mencetak 2 juta hektar lahan baru untuk peningkatan produksi beras, jagung, kedele,
    tebu yang dapat mempekerjakan 12 juta orang.
    2. Membangun pabrik pupuk Urea dan NPK milik petani dengan total kapasitas 4 juta ton.
    3. Membangun pembangkit listrik tenaga panas bumi dan air (10.000 MW).
    4. Mendirikan kilang-kilang minyak pabrik bioethanol dan pabrik DME (pengganti LPG).
    5. Mencetak 4 juta hektar lahan untuk aren (bahan baku bioethanol) yang dapat
    mempekerjakan 24 juta orang. Pembukaan lahan ini akan menjadikan Indonesia sebagai
    negara pengekspor bahan bakar nabati setelah 7 tahun masa tanam (4 juta hektar
    hutan aren menghasilkan sekitar 56 juta mt ethanol/tahun).
    V. Program Aksi Menyelenggarakan Pemerintah yang Tegas, Bersih dan Efektif dalam Melayani
    Rakyat.
    1. Meningkatkan kesejahteraan aparatur negara.
    2. Mempercepat reformasi birokrasi.
    3. Penegakan hukum dan penanganan korupsi tanpa pandang bulu.

    VI. Program Aksi untuk Pendidikan Kesehatan dan Kebudayaan
    1. Wajib belajar 12 tahun dengan biaya negara.
    2. Mengganti Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan (BHP).
    3. Menghapus pajak buku pelajaran dan menghentikan model penggantian buku pelajaran
    setiap tahun.
    4. Membagi sedikitnya 1 juta laptop kepada mahasiswa, guru dan pengajar.
    5. Memberikan beasiswa dan fasilitas kredit untuk membiayai mahasiswa potensial yang
    kurang mampu.
    6. Melaksanakan kembali program KB (Keluarga Berencana).
    7. Meningkatkan peran PKK, Posyandu, dan Puskesmas.
    8. Menempatkan sarjana dan dokter baru melalui program pemerintah terutama di
    kantong-kantong kemiskinan.
    9. Menggerakan Revolusi Putih dengan menyediakan susu untuk anak-anak miskin.
    10. Mengembangkan karakter bangsa yang berkepribadian dalam bidang kebudayaan dan
    melestarikan peninggalan serta warisan budaya bangsa.

    VII. Program Aksi untuk Kelestarian Alam dan Lingkungan Hidup
    1. Melakukan penghijauan kembali 59 juta hektar hutan yang rusak serta konservasi aneka
    ragam hayati dan hutan lindung.
    2. Mengamankan dan merehabilitasi daerah aliran sungai.
    3. Mencegah dan menindak tegas pelaku pencemaran lingkungan.
    4. Melindungi flora dan fauna sebagai bagian dari aset bangsa.

    VIII. Program Aksi Membangun Infrastruktur untuk Rakyat di Pedesaan melalui Delapan Program
    Desa.
    1. Listrik dan air bersih desa.
    2. Bank dan lembaga keuangan desa.
    3. Koperasi desa, lumbung desa, pasar desa.
    4. Klinik desa.
    5. Pendidikan desa.
    6. Infrastruktur pedesaan dan daerah pesisir.
    7. Rumah sehat pedesaan.
    8. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

    Incoming search terms:

    Share on Facebook

    Tags: , , , , , , , , , ,

  • Politik 25.06.2009 No Comments

    Debat capres dan cawapres, manfaatnya apa sihh?
    Buat rakyat kecil dan awam seperti saya, debat capres mungkin tidak terlalu bisa memindahkan dukungan saya ke calon favorit saya..
    Entah memang diset begitu atau semua terkesan main aman, debat tidak seseru yang saya bayangkan..
    Rasanya calon yang ada cuma mengemukakan isu isu general, belum menyentuh dan mencakup apa yang kita hadapi saat ini..
    Rakyat di level bawah memang butuh action, bukan sekadar omong omong di debat…

    Sepertinya , sebagian besar rakyat sudah agak bosan, mendengar janji dan janji.
    jadi , bagaimanapun debat berjalan, rakyat sudah punya pilihan di kantongnya..
    mereka sudah meunggu hari H dan siap memberi suara dan………………………………………….
    REALISASI JANJI KAMPANYE….

    tapi kita berharap debat  ini bisa menjadi pelajaran dan kuliah politik bagi masyarakat..

    kita tunggu, mudah mudahan pilpres sukses dan menghasilkan Presiden idaman sebagian rakyat lewat pilpres yang jurdil..
    SEMOGA..

    Incoming search terms:

    Share on Facebook

    Tags: , , , , , , , ,

  • Politik 16.05.2009 No Comments
    sby-berbudi

    sby-berbudi

    15 Mei 2009. Beberapa stasiun TV menyiarkan Deklarasi pasangan presiden dan wakil presiden, dari partai demokrat dan koalisinya.
    SBY Berbudi…
    Begitu jargon dari pasangan SBY-Boediono, untuk maju di dalam pemilihan presiden dan wakil presiden republik indonesia 2009-2014.
    Di acara ini juga dikemukakan alasan SBY memilih Boediono.
    Boediono memang sebelumnya diragukan oleh sejumlah pihak…
    Boediono juga melakukan pembelaan terhadap tuduhan antek neo liberalisme di forum ini..
    “Mengenai ekonomi liberal saya kira tidak relevan. Kita perlu menyelesaikan bebeberapa permasalahan dengan meninggalkan isme-isme yang begitu besar,” katanya dalam jumpa pers usai deklarasi pasangan ‘SBY-Berbudi’ di Sabuga, Bandung, Jawa Barat, Jumat (15/5/2009).

    Dikatakan dia, tidak relevan menggunakan istilah neoliberalisme untuk menyelesaikan permasalahan sehari-hari.

    Bagi pria kelahiran Blitar, Jawa Timur itu, yang jelas perlu adanya perubahan beberapa kebijakan ekonomi. Dia pun lantas memaparkan sedikit mengenai konsep-konsep pembangunan ekonomi yang manjur bagi Indonesia.

    “Ekonomi pasar adalah satu instrumen bisnis, tetapi pasar tidak memecahkan permasalahan ekonomi. Memerlukan aturan main yang jelas dan pengendalian ekonomi yang jelas pula. Pasar adalah harus berlandaskan hukum, dikelola secara makro,” pungkasnya.

    Sebelumnya dari Golkar dan Hanura , sudah muncul jusuf kalla dan wiranto sebagai kandidat pesaing..

    Terakhir, mega-prabowo menjadi jagoan PDIP dan gerindra…

    Duet Megawati-Prabowo Subianto yang diusung PDIP dan Partai Gerindra resmi diumumkan. Rencananya, duet ini akan mendaftar ke KPU pada Sabtu (16/5/2009) pukul 13.00 WIB.

    Pengumuman duet ini disampaikan oleh Sekjen DPP PDIP Pramono Anung dalam jumpa pers di rumah Megawati di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Jumat (15/5/2009) pukul 23.30 WIB. Dalam jumpa pers ini, Megawati dan Prabowo ikut hadir. Megawati mengenakan baju bermotif bunga-bunga, sedangkan Prabowo mengenakan hem warna cokelat muda.

    Hadir juga dalam jumpa pers ini, para fungsionaris DPP PDIP dan Gerindra. Dari PDIP, selain Pramono Anung, terlihat Ketua DPP PDIP Puan Maharani. Dari Gerindra, terlihat Ketua Umum DPP Gerindra Suhardi dan Hashim Djojohadikusumo. Hadir juga Ketua Umum Partai Buruh Mochtar Pakpahan.

    “Telah terjadi kesepakatan antara Megawati Soekarno Putri-Prabowo, sekaligus kesepakatan PDIP dan Gerindra yang nantinya akan didukung parpol lainnya,” kata Pramono.

    “Pada hari ini, Jumat 15 Mei2009, telah disepakati bahwa Ibu Megawati dan Prabowo berdua akan maju sebagai pasangan calon presiden dan calon wakil presiden. Insya Allah, besok akan mendaftarkan ke KPU jam 13.00 WIB,” sambung Pramono disambut teriakan dari pendukung Mega-Prabowo.

    Menurut Pramono, Mega-Prabowo merupakan simbol perjuangan rakyat, bukan simbol lainnya. “Setelah proses panjang, kesepakatan ini bisa dibuat. Semoga dengan bantuan Tuhan, bisa membangun ekonomi rakyat secara bersama-sama,” jelas Pramono

    Siapa saja lah, yang terpilih , tidak apa apa.asal tetap bisa melindungi dan mensejahterakan rakyat..
    Anda jagokan siapa ?

    Incoming search terms:

    Share on Facebook

    Tags: , , , , , , , , , , ,

  • Politik 05.05.2009 No Comments
    sekolah-gratis-ada-di-mana-mana

    sekolah-gratis-ada-di-mana-mana

    Sekolah gratis ada di mana mana…
    Hilang satu beban dalam hidup ini ..
    Lega rasanya…
    dam di dam di dam dam dam

    Begitu tiba tiba muncul iklan layanan masyarakat dengan latar melayu..
    katanya sekolah gratis.. gratis ? mungkin istilahnya liat “term dan agreement”atau syarat dan ketentuan berlaku ..hehe..kayak iklan seluler saja..
    Munculnya pun tidak tanggung-tanggung..
    Pas, saat Pilpres akan berlangsung..
    Bentuk kampanye ?
    Hanya beliau beliau yang di atas yang tau..
    Kita , rakyat kecil, hanya bisa berharap, semuany bisa membawa pendidikan Indonesia ke arah yang lebih baik..
    ya, paling nggak, angka buta huruf bisa berkurang..
    2 Mei baru saja lewat, mudah mudahan semangat Ki hajar dewantara, masih ada di hati pemimpin kita..

    Incoming search terms:

    Share on Facebook

    Tags: , , , , , , , ,

  • Politik 08.04.2009 No Comments

    Besok, tanggal 9 april 2009, diadakan pemilu lagislatif..
    Entah kesengajaan,malas atau ketidaksengajaan, sudah 3 kali pemilu , saya tidak masuk daftar pemilih,..
    Pemilu legislatif dan presiden 2004, Pilkada Bali 2008, dan kali ini Pemilu legislatif 2009.
    Ya jelas, nggak dapat kartu pemilih dan nggak bisa milih..
    Secara acak, saya tanya ke teman, tentang daftar pemilih dan kartu pemilih tadi.
    Tidak mengejutkan, 8 dari 10 teman acak ini, memiliki nasib yang sama dengan saya. Tidak terdaftar…
    Coba bayangkan dan anda tes juga ke beberapa teman kantor anda secara acak..
    wah…
    Kacau juga ne..
    Rasanya, tidak pernah ada niat baik untuk mengupdate daftar pemilih.
    Dari lingkungan terkecil : desa / kelurahan, males mendaftar dan mengupdate lagi.Jadi asal setor aja..Beres..
    Yang mati pun ikut nyoblos…eh nyontreng..
    Apalagi yang punya KTP 3,4,5,6,7 ditanggung  punya banyak hak pilih…hahahah..
    Indonesia…nasibmu..
    Kacau kacau dan kacau..
    Jadi yang bisa memilih , adalah orang orang di daftar lama..
    weleh..
    Di sini, pendataan penduduk yang tertib, menjadi kunci.. Tiap warga negara harusnya mempunyai 1 ID unik, semacam primary key kalau di database..

    pemilu2009

    pemilu2009

    Kalau ada niat baik dari semua pihak, rasanya hal vital seperti ini akan bisa terwujud..
    Kalau data penduduk sudah rapi, ya , minimal, kalau mau lacak teroris, gak susah kayak sekarang lah..
    Semua perlu niat baik…sekali lagi niat baik..
    yah, apapun itu, show must go on…Pemilu tetap berlangsung besok..
    Dengan pemilih yang ada, saya harap pemilu menghasilkan hasil terbaik
    Selamat mencontreng..!!!!

    Incoming search terms:

    Share on Facebook

    Tags: , , , , , , , , , , , , , , ,

  • Politik 04.04.2009 No Comments
    kpu

    kpu

    Menjelang pemilu legislatif april ini, website KPU (KPU.go.id) mulai sulit diakses..
    Lambat (kayaknya kebanyakan pengunjung..)
    Saya akses malam, 4 april, sulit banget untuk masuk ke websitenya. Mirip website beberapa departemen ketika pengumuman CPNS – jadi inget masa lalu, hunting hunting-..
    biasa lah, di dunia internet kayak gini, ketika request begitu banyak, website jadi begini..
    Kalau sebelumnya KPU udah hitung hitungan tentang pengguna internet yang naik terus dan imbasnya pengunjung naik, harusnya masalah kecil (tapi efeknya besar) seperti ini, bisa dikendalikan.
    Belum lagi menjelang pemilu, atau pada hari pencoblosan (upsss.pencontrengan…) dan setelahnya..dijamin tambah lambat dehh..

    ngomong ngomong, surfing di kpu.go.id, ada berita..
    pas hari H pencontrengan, ternyata jadi hari libur..
    Di situs KPU.go.id disebutkan :
    Pemerintah melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 7 Tahun 2009, tanggal 27 Maret 2009 menetapkan hari pemungutan suara Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) pada 9 April 2009  sebagai hari libur nasional.
    Keputusan tersebut merujuk pada ketentuan Pasal 4 ayat (3) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD dan DPRD, yang menyebutkan  bahwa pemungutan suara dilaksanakan pada hari libur atau hari yang diliburkan. Bagi warga masyarakat, kalangan dunia usaha serta pemilih dengan keluarnya Keppres Nomor 7/2009  maka keraguan terhadap tanggal 9 April 2009 sebagai hari libur nasional terjawab sudah.
    Syukurlah, pemilih bisa menyalurkan aspirasinya tanpa harus terpecah konsentrasinya dengan pekerjaan.

    Selain itu, ada info buat KPUD , ada setting untuk koneksi internet lewat VPN
    KONEKSI INTRANET MELALUI VPN
    Setting DNS pada modem (oleh PT. TELKOM) :
    172.16.9.61
    172.16.9.51
    172.16.9.52
    Pada komputer KPUD :
    -       IP Address diset Automatic
    -       DNS Server diset Automatic
    Aplikasi Helpdesk via VPN : http://helpdesk.kpu.go.id/ atau http://172.16.9.60
    Tabulasi Nasional via VPN : http://tnp.kpu.go.id/  atau http://172.16.9.61
    Submission server : submission.kpu.go.id

    Email Helpdesk : helpdesk@kpu.go.id
    Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan (enable)  JavaScript untuk melihatnya
    ooo..gitu ya..

    hayo, KPUD , jangan sampai salah..
    nanti ricuh lagi …repot.

    Terakhir, Yang menarik, KPU membuat subdomain untuk media center alamatnya di mediacenter.kpu.go.id.
    isinya macem macem.
    Ada berita,galeri,booklet, buku panduan,gudang data, dll. All about pemilu lah…
    coba aja..

    Incoming search terms:

    Share on Facebook

    Tags: , , , , , , , , , , , , ,

  • Politik 04.02.2009 No Comments

    Buat temen temen yang senang demo, lain kali hati-hati…
    Kali aja yang anda demo mati mendadak, kayak ketua DPRD Sumatera Utara.
    Demokrasi yang kita anut sekarang, kalau kita mau jujur adalah demokrasi liberal banci.
    Kita tidak mau mengakui keliberalan kita. sok anti barat, tapi pakai sistem barat.hehe
    Yang namanya orang dikasi kebebasan di negeri ini,sringkali jadi kebebasasan tanpa batas.
    Padahal di demokrasi ada yang namanya rambu rambu juga. Kalau nggak ada rambu rambu, ya nggak jauh beda sama jaman batu.
    Kalau boleh saran, kalau demo jangan bawa batu,kayu apalagi senjata tajam.
    Kalau merasa orang terpelajar, lakukan dengan cara terpelajar juga.
    Sayang, kalau namanya saja mahasiswa, tapi cara menyampaikan pendapatnya tidak lebih baik dari anak kecil yang meminta mainan.
    Kita memang masih belajar berdemokrasi, setelah berapa lama di kekang.
    Tapi baiknya pelan pelan ,kita harus bisa lebih sopan.
    Jangan bikin kaget dan mati orang lagi..hihi..

    Incoming search terms:

    Share on Facebook

    Tags: , , , ,

  • Politik 03.02.2009 No Comments

    Pagi pagi buka facebook…
    Di bagian kanan , biasanya memang ada iklan layanan masyarakat.
    Tapi kali ini, saya liat iklan caleg .
    Mohon dukungannya – begitu beliau beriklan.
    Saya salut juga sama tim kampanye om caleg satu ini. Celah popularitas facebook pun dimanfaatkan.
    Dari segi peluang dan kuantitas, memang saya berpikir, promosi via facebook belumlah bisa menjangkau rakyat indonesia yang rata-rata masih belum melek internet.
    Kalaupun sedang booming, saya pikir persentase pemakai internet (atau lebih spesifik – member facebook), relatif masih kecil jika dibandingkan dengan jumlah penduduk atau lebih spesifik jumlah pemilih yang terdaftar.
    Media promosi internet memang belum menjanjikan saat ini (di indonesia) untuk mendongkrak perolehan suara.
    Tapi, seiring dengan peningkatan infrastruktur internet di indonesia, saya yakin, nantinya internet nanti berperan lebih untuk pemilihan umum khususnya mendongkrak suara.
    yach, saya berpikir, sudah saatnya masyarakat diberikan bentuk bentuk kampanye yang simpatik, tidak lagi kampanye di lapangan , menggeber motor, ugal ugalan, mengganggu pengguna jalan lain, atau intimidasi terhadap orang lain …
    Kampanye di internet juga bebas sampah , nggak kayak baliho, yang menuh menuhin tiap sudut kota dan bikin sumpek…

    yach, doa saja, Politik di negeri ini tambah santun..

    Incoming search terms:

    Share on Facebook

    Tags: , , , ,

  • Politik 21.01.2009 No Comments

    Denger denger ,  pidato obama pas pelantikan  laku keras di internet.
    Pencariannya malah mengalahkan keyword seks..
    Bagus juga
    heheh..apa isinya ya ? berikut coba saya copas Juga :
    Denegrin ya ? kalau nggak ngerti pakai google translate..

    obama jago pidato. Dia orator ulung..
    Apa saja isin pidatonya di pelantikan ?
    berikut pidato versi inggrisnya.
    silahkan terjemahkan di translate.google.com

    WASHINGTON – My fellow citizens,

    I stand here today humbled by the task before us, grateful for the trust you have bestowed, mindful of the sacrifices borne by our ancestors. I thank President Bush for his service to our nation, as well as the generosity and cooperation he has shown throughout this transition.

    Forty-four Americans have now taken the presidential oath. The words have been spoken during rising tides of prosperity and the still waters of peace. Yet, every so often the oath is taken amidst gathering clouds and raging storms. At these moments, America has carried on not simply because of the skill or vision of those in high office, but because We the People have remained faithful to the ideals of our forbearers, and true to our founding documents.

    So it has been. So it must be with this generation of Americans.

    That we are in the midst of crisis is now well understood. Our nation is at war, against a far-reaching network of violence and hatred. Our economy is badly weakened, a consequence of greed and irresponsibility on the part of some, but also our collective failure to make hard choices and prepare the nation for a new age. Homes have been lost; jobs shed; businesses shuttered. Our health care is too costly; our schools fail too many; and each day brings further evidence that the ways we use energy strengthen our adversaries and threaten our planet.

    These are the indicators of crisis, subject to data and statistics. Less measurable but no less profound is a sapping of confidence across our land — a nagging fear that America’s decline is inevitable, and that the next generation must lower its sights.

    Today I say to you that the challenges we face are real. They are serious and they are many. They will not be met easily or in a short span of time. But know this, America — they will be met.

    On this day, we gather because we have chosen hope over fear, unity of purpose over conflict and discord.

    On this day, we come to proclaim an end to the petty grievances and false promises, the recriminations and worn out dogmas, that for far too long have strangled our politics.

    We remain a young nation, but in the words of Scripture, the time has come to set aside childish things. The time has come to reaffirm our enduring spirit; to choose our better history; to carry forward that precious gift, that noble idea, passed on from generation to generation: the God-given promise that all are equal, all are free, and all deserve a chance to pursue their full measure of happiness.

    In reaffirming the greatness of our nation, we understand that greatness is never a given. It must be earned. Our journey has never been one of short-cuts or settling for less. It has not been the path for the faint-hearted — for those who prefer leisure over work, or seek only the pleasures of riches and fame. Rather, it has been the risk-takers, the doers, the makers of things — some celebrated but more often men and women obscure in their labor, who have carried us up the long, rugged path towards prosperity and freedom.

    For us, they packed up their few worldly possessions and traveled across oceans in search of a new life.

    For us, they toiled in sweatshops and settled the West; endured the lash of the whip and plowed the hard earth.

    For us, they fought and died, in places like Concord and Gettysburg; Normandy and Khe Sahn.

    Time and again these men and women struggled and sacrificed and worked till their hands were raw so that we might live a better life. They saw America as bigger than the sum of our individual ambitions; greater than all the differences of birth or wealth or faction.

    This is the journey we continue today. We remain the most prosperous, powerful nation on Earth. Our workers are no less productive than when this crisis began. Our minds are no less inventive, our goods and services no less needed than they were last week or last month or last year. Our capacity remains undiminished. But our time of standing pat, of protecting narrow interests and putting off unpleasant decisions — that time has surely passed. Starting today, we must pick ourselves up, dust ourselves off, and begin again the work of remaking America.

    For everywhere we look, there is work to be done. The state of the economy calls for action, bold and swift, and we will act — not only to create new jobs, but to lay a new foundation for growth. We will build the roads and bridges, the electric grids and digital lines that feed our commerce and bind us together. We will restore science to its rightful place, and wield technology’s wonders to raise health care’s quality and lower its cost. We will harness the sun and the winds and the soil to fuel our cars and run our factories. And we will transform our schools and colleges and universities to meet the demands of a new age. All this we can do. All this we will do.

    Now, there are some who question the scale of our ambitions — who suggest that our system cannot tolerate too many big plans. Their memories are short. For they have forgotten what this country has already done; what free men and women can achieve when imagination is joined to common purpose, and necessity to courage.
    What the cynics fail to understand is that the ground has shifted beneath them— that the stale political arguments that have consumed us for so long no longer apply. The question we ask today is not whether our government is too big or too small, but whether it works — whether it helps families find jobs at a decent wage, care they can afford, a retirement that is dignified. Where the answer is yes, we intend to move forward. Where the answer is no, programs will end. And those of us who manage the public’s dollars will be held to account — to spend wisely, reform bad habits, and do our business in the light of day — because only then can we restore the vital trust between a people and their government.

    Nor is the question before us whether the market is a force for good or ill. Its power to generate wealth and expand freedom is unmatched, but this crisis has reminded us that without a watchful eye, the market can spin out of control — and that a nation cannot prosper long when it favors only the prosperous. The success of our economy has always depended not just on the size of our Gross Domestic Product, but on the reach of our prosperity; on the ability to extend opportunity to every willing heart — not out of charity, but because it is the surest route to our common good.

    As for our common defense, we reject as false the choice between our safety and our ideals. Our Founding Fathers, faced with perils we can scarcely imagine, drafted a charter to assure the rule of law and the rights of man, a charter expanded by the blood of generations. Those ideals still light the world, and we will not give them up for expedience’s sake. And so to all other peoples and governments who are watching today, from the grandest capitals to the small village where my father was born: know that America is a friend of each nation and every man, woman, and child who seeks a future of peace and dignity, and we are ready to lead once more.

    Recall that earlier generations faced down fascism and communism not just with missiles and tanks, but with sturdy alliances and enduring convictions. They understood that our power alone cannot protect us, nor does it entitle us to do as we please. Instead, they knew that our power grows through its prudent use; our security emanates from the justness of our cause, the force of our example, the tempering qualities of humility and restraint.

    We are the keepers of this legacy. Guided by these principles once more, we can meet those new threats that demand even greater effort — even greater cooperation and understanding between nations. We will begin to responsibly leave Iraq to its people, and forge a hard-earned peace in Afghanistan. With old friends and former foes, we will work tirelessly to lessen the nuclear threat, and roll back the specter of a warming planet. We will not apologize for our way of life, nor will we waver in its defense, and for those who seek to advance their aims by inducing terror and slaughtering innocents, we say to you now that our spirit is stronger and cannot be broken; you cannot outlast us, and we will defeat you.
    For we know that our patchwork heritage is a strength, not a weakness. We are a nation of Christians and Muslims, Jews and Hindus — and non-believers. We are shaped by every language and culture, drawn from every end of this Earth; and because we have tasted the bitter swill of civil war and segregation, and emerged from that dark chapter stronger and more united, we cannot help but believe that the old hatreds shall someday pass; that the lines of tribe shall soon dissolve; that as the world grows smaller, our common humanity shall reveal itself; and that America must play its role in ushering in a new era of peace.

    To the Muslim world, we seek a new way forward, based on mutual interest and mutual respect. To those leaders around the globe who seek to sow conflict, or blame their society’s ills on the West — know that your people will judge you on what you can build, not what you destroy. To those who cling to power through corruption and deceit and the silencing of dissent, know that you are on the wrong side of history; but that we will extend a hand if you are willing to unclench your fist.

    To the people of poor nations, we pledge to work alongside you to make your farms flourish and let clean waters flow; to nourish starved bodies and feed hungry minds. And to those nations like ours that enjoy relative plenty, we say we can no longer afford indifference to suffering outside our borders; nor can we consume the world’s resources without regard to effect. For the world has changed, and we must change with it.

    As we consider the road that unfolds before us, we remember with humble gratitude those brave Americans who, at this very hour, patrol far-off deserts and distant mountains. They have something to tell us, just as the fallen heroes who lie in Arlington whisper through the ages. We honor them not only because they are guardians of our liberty, but because they embody the spirit of service; a willingness to find meaning in something greater than themselves. And yet, at this moment — a moment that will define a generation — it is precisely this spirit that must inhabit us all.

    For as much as government can do and must do, it is ultimately the faith and determination of the American people upon which this nation relies. It is the kindness to take in a stranger when the levees break, the selflessness of workers who would rather cut their hours than see a friend lose their job which sees us through our darkest hours. It is the firefighter’s courage to storm a stairway filled with smoke, but also a parent’s willingness to nurture a child, that finally decides our fate.

    Our challenges may be new. The instruments with which we meet them may be new. But those values upon which our success depends — honesty and hard work, courage and fair play, tolerance and curiosity, loyalty and patriotism — these things are old. These things are true. They have been the quiet force of progress throughout our history. What is demanded then is a return to these truths. What is required of us now is a new era of responsibility — a recognition, on the part of every American, that we have duties to ourselves, our nation, and the world, duties that we do not grudgingly accept but rather seize gladly, firm in the knowledge that there is nothing so satisfying to the spirit, so defining of our character, than giving our all to a difficult task.

    This is the price and the promise of citizenship.

    This is the source of our confidence— the knowledge that God calls on us to shape an uncertain destiny.

    This is the meaning of our liberty and our creed — why men and women and children of every race and every faith can join in celebration across this magnificent mall, and why a man whose father less than sixty years ago might not have been served at a local restaurant can now stand before you to take a most sacred oath.

    So let us mark this day with remembrance, of who we are and how far we have traveled. In the year of America’s birth, in the coldest of months, a small band of patriots huddled by dying campfires on the shores of an icy river. The capital was abandoned. The enemy was advancing. The snow was stained with blood. At a moment when the outcome of our revolution was most in doubt, the father of our nation ordered these words be read to the people:

    “Let it be told to the future world…that in the depth of winter, when nothing but hope and virtue could survive … that the city and the country, alarmed at one common danger, came forth to meet [it].”
    America. In the face of our common dangers, in this winter of our hardship, let us remember these timeless words. With hope and virtue, let us brave once more the icy currents, and endure what storms may come. Let it be said by our children’s children that when we were tested we refused to let this journey end, that we did not turn back nor did we falter; and with eyes fixed on the horizon and God’s grace upon us, we carried forth that great gift of freedom and delivered it safely to future generations.

    Thank you. God bless you. And God bless the United States of America.

    Incoming search terms:

    Share on Facebook

    Tags: , , , , ,