• desa-kokokan

    Petulu gunung, ubud, gianyar bali : Welcome to heron bird colony.
    judulnya begitu di gerbang desa sekaligus gerbang obyek wisata yang unik ini.
    ribuan burung bangau (dikenal dengan nama Kokokan) hidup berdampingan dengan manusia tanpa merasa terusik sedikitpun.
    Kiri kanan, pada musimnya, burung bangau ini tidur dan bersarang di pohon pohon tepi jalan,depan rumah penduduk.
    aneh bin ajaib.
    bangau-di-bali

    Desa Petulu, banjar Petulu gunung ini bisa dijangkau dari pusat keramaian Ubud sekitar 15-20 menit perjalanan ,masih satu arah ke obyek wisata tegalalang (rice terrace alias sawah berundak) atau sekalian perjalanan ke obyek wisata gajah taro  ataupun kintamani.

    Dari brosur wisata yang dikeluarkan oleh pengelola, ada beberapa cerita unik tentang desa ini dan burung seperti bangau yang ada 3 macam di sini.
    Sebelum kedatangan burung bangau dan menetap di sini, keadaan desa ini agak memprihatinkan.
    Desa tergolong terisolasi,sudah dijangkau  dan keadaan ekonomi agak memprihatinkan.
    Kebanyakan penduduk desa bekerja keluar daerah sampe ke kabupaten lain, untuk mencari nafkah, misalnya munuh (mencari sisa sisa panen padi) , atau beberapa pekerjaan kasar lainnya.
    Burung-burung bangau tersebut mulai bersarang di Desa Petulu, banjar Petulu gunung sejak tahun 1965. Saat itu, jumlahnya hanya sekitar lima ekor.
    petulu-ubud
    bersarang di depan kediaman mangku (pemuka agama) desa
    Beberapa bulan kemudian, jumlahnya mulai bertambah banyak. Awalnya, burung-burung bangau tersebut ditangkap untuk dipelihara ataupun dipotong untuk dimakan dagingnya oleh masyarakat sekitar. tetap saja bangau tersebut datang dan bersarang di desa tersebut.Burung tersebut dianggap sebagai paica (anugerah) dari tuhan.
    Setelah masyarakat membuat sebuah pelinggih di pura desa sebagai persembahan terhadap burung kokokan, dan diadakan beberapa kali upacara (ngenteg linggih,dll) , keadaan Desa Petulu, banjar Petulu gunung menjadi berubah.
    Sawah sawah menghasilkan dan penduduk tidak lagi merantau mencari nafkah hidupnya.
    burung-blekok

    Di musim bertelur dan beranak (Desember – januari)  anda bisa melihat burung burung ini sepanjang hari di pohon-pohon depan rumah penduduk, sementara di musim dan bulan  lain, anda bisa melihat fenomena ini di sore hari, sekitar jam 5 .

    Ketika kita berkunjung ke sana bulan januari, kiri kanan jalan penuh dengan burung bangau yang akan tidur dan bersarang.
    Ambil foto juga harus hati hati, karena (maaf) kotorannya akan mengenai siapa saja di bawahnya.

    desa-bangau-di-bali

    mirip ayam yang tidur di pohon, ramai ramai dan bergerombol. daun daun pohon dan ranting pohon warnanya agak keputih putihan dan bulu bulu juga beterbangan. mungkin yang alergi bulu, tidak direkomendasikan berkunjung ke sini.

    kuntul

    kuntul

    Ada beberapa jenis pohon dan jenis burung bangau di sini. (Mohon koreksi kalau ada kesalahan)
    Jenis pohon yang menjadi tempat bersarang tersebut antara lain Bunut, Cempaka , Kamboja dan  Nangka (rasanya paling banyak ).
    dari  brosur, ada 3 macam burung mirip bangau di sini yaitu kuntul, blekok dan bangau itu sendiri.
    desa-petulu

    Sementara data ahli yang ada,di ksda-bali.go.id , Populasi burung kokokan tersebut terdiri dari 6 Spesies yaitu : 1) Kuntul Kerbau (Bulbucus ibis), 2) Kuntul Karang (Egretta sacra), 3) Kuntul Perak (Egretta intermedia), 4) Kuntul Putih Besar (Egretta alba), 5) Kuntul Perak kecil (Egretta garzetta), dan 6) Blekok Sawah (Ardeola speciosa).
    desa-petulu-ubud

    apapun itu, salah satu hal yang mengagumkan, adalah kearifan penduduk lokal Desa Petulu, banjar Petulu gunung, yang bisa hidup berdampingan dan harmonis dengan burung kokokan . what a life !
    kokokan

    kunchunx  28012012@ banjar Petulu gunung, desa kokokan

     

    Incoming search terms:

    Share on Facebook

    Tags: , , , , , , , , , , , ,

  • Denpasar – Surabaya- Balikpapan
    Balikpapan-Surabaya-Denpasar..
    Naik maskapai penerbangan yang namanya **** air (saya samarkan saja namanya, walau semua mungkin sudah tahu singkatannya)
    Awalnya semuanya mulus, mendarat di Sepinggan tanpa ada masalah, walau dari denpasar naik pesawat yang mirip punya doraemon ; baling baling bambu…hehe.

    Sampai akhinya kembali dari balikpapan, transit di surabaya dan bersiap kembali ke denpasar.

    Semua penumpang sudah masuk pesawat dan tinggal menunggu pesawat meluncur.
    Tas tas sudah di masukkan ke dalam kabin.
    Hati saya sendiri sudah bernyanyi : bali bali bali…

    Sampai terdengar suara pilot yang kurang jelas..
    ” Para penumpang yang terhormat , dengan amat menyesal, kami mengumumkan pesawat yang anda tumpangi mengalamai gangguan teknis.
    kami mohon para penumpang untuk turun dan kembali ke ruang tunggu ….”
    (anehnya satu orang penumpang pun enggan beranjak, ya jelas saja, di luar hujan deras….sapa yang mau hujan hujanan turun berlarian kembali ke ruang tunggu.)
    pramugari nggak muncul juga, mungkin takut kena semprot atau masih berdiskusi dengan pilot ..
    Semuanya serba abu abu, dan tidak jelas.
    sekitar 15 menit , kembali pramugari muncul (dalam hati : kemana aja lu ?) , dan kembali mengumumkan hal yang serupa .

    Ternyata, akhirnya pihak **** air mengalah, 2 bus disiapkan di depan pesawat yang mengalami kerusakan teknis.
    siapa yang tidak panas, pesawat yang sudah “pemanasan ” 1 putaran , mengalami gangguan., dengan limit waktu yang tidak bisa dipastikan atau tanpa jaminan apapun.

    pesawatnya yang jelek atau…………………..

    Betul saja , kita kembali ke waiting room, dan sempat celingukan, tanpa ada petunjuk apapun dari pihak **** air.
    ketika kita memasang muka ngotot, barulah salah satu staff **** air bertanya “ada apa pak ?”
    “lho, pesawat saya itu lho, yang gangguan teknis, nomor penerbangan **056″.. waduh, staff di dalam rupanya nggak tanggap.
    di sini awal masalah lain.
    Setelah kembali masuk waiting room, kita kembali menerima semacam kartu TRANSIT, dan mendapat snack.
    betul kata teman yang sering mendapat masalah delay penerbangan :  ‘‘KESABARAN BERBUAH SNACK“.
    Lucunya, beberapa orang menukar kartu penting ini dengan snack, alias tidak dibawa kembali menuju ke pintu pemeriksaaan.
    Anehnya, staff **** air yang menjaga snack, tidak mengembalikan kartu penting ini kepada yang berhak.

    Kembali ke tempat duduk dan merenungi nasib. kenapa menjadi penumpang pesawat kelas ekonomi di indonesia selalu seperti ini ?
    Apa salah takdir lahir jadi orang miskin ..hehe.
    Di saat seperti ini, rasanya maskapai hanya suka mengambil uang dari kita , tanpa peduli layanan seperti apa ..
    …………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
    Sekitar 1,5 jam menunggu, ada titik terang , ada pengumuman kalau pesawat sudah siap .

    ketar ketir juga sih. siapa yang tidak takut memakai pesawat yang sudah mengalami gangguan sebelumnya.
    kalau naik bemo atau oplet rusak masih mending. tapi pesawat ????

    singkat cerita, hampir semua penumpang sudah masuk pesawat.
    tapi, uppppssss..
    beberapa teman tercecer dan tertahan di pemeriksaan tiket akibat tidak membawa kartu transit tadi .

    lho , tiket awal saja tidak cukup ya?
    trus kenapa kartu ini diambil di tempat snack oleh petugas lion air ?
    sebuah kesalahan fatal. sangat tidak nyaman bagi kita .
    kalau begini, orang awam disarankan tidak naik pesawat ..hehe.
    di pesawat, penumpang yang lain menunggu..

    sementara beberapa orang yang tertahan adalah rombongan kami.
    sangat disesalkan, tidak ada pengertian dan informasi yang cukup jelas dari pihak **** air..
    akhirnya, pihak travel dan ketua rombongan kami turun pesawat dan kembali mengurus ke pintu pemeriksaan.

    Sempat ngotot-ngototan , akhirnya beberapa penumpang bertiket dan membayar tapi karena kealpaan menukar kartu transit dengan snack, bisa naik pesawat.
    duhhh..

    di penerbangan ini, ada beberapa hal yang juga mengganjal di hati saya ;

    1. Pramugari dalam memberikan servis, jarang mengucapkan kata tolong atau maaf..sebuah  kata sederhana dan penuh makna, namun lupa diucapkan.
    2. Pengumuman pesawat delay tanpa informasi jelas dan solusi bagi konsumen. Hak kita sebagai konsumen jelas sudah diinjak.
    3. Kondisi pesawat secara umum sangat memperihatinkan : kursi tidak bisa disenderkan, ac tidak dingin,…
    4. Koordinasi intern di pihak maskapai sangat kurang

    last but not least, kita sangat mengharapkan ada perbaikan , khususnya untuk penerbangan ekonomi murah meriah ini.
    harga boleh murah, tapi jangan mengorbankan servis terus..
    kalau tidak , Buat aja semboyan baru :  ”MURAH DAN MEMANCING AMARAH...”

    tulisan ini semata mata hanya pengalaman pribadi penulis.

    untuk pihak yang disebutkan namanya, mohon untuk tidak mem prita kan saya.
    mudah mudahan tulisan ini bisa menjadi masukan untuk memperbaiki segala layanan di masa datang..

    amien.

    Incoming search terms:

    Share on Facebook

    Tags: , , , , ,

  • BALI KE LOMBOK, LOMBOK KE BALi..
    Padang bai – Lembar , Lembar- Padangbai..
    4 jam menyebrang, dengan dihiasi ombak, pemandangan indah dan Lumba-lumba……
    Awalnya saya agak males, karena menyangka kapal yang digunakan menyebrang adalah kapal ferry sejenis yang dipakai di gilimanuk menuju ketapang..
    Upsss..
    Ketika naik kapal ini, tebakan saya salah.
    Kapal yang bernama KMP SINDU DWITAMA ini lumayan bersih.
    Ada ruangan ber-ac,tempat duduk sofa yang nyaman, cafe yang bersih, mushola dan yang mengagetkan, semua pintu ruangan kapal termasuk pintu,shower toilet dan kamar mandi, semuanya otomatis, menggunakan sensor..wowww…
    Dasar udik..tumben naik kapal baguss…wkwkw
    Perjalanan dari bali (padangbai) berawal dengan tenang dan ada sedikit gelombang cukup keras di pertengahan antara nusa penida,lombok dan bali..
    Sempat juga terlihat lumba-lumba (sempat juga terekam oleh kamera saya..).
    Seperti biasa, harga makanan dan minuman di atas kapal tentunya juga beda…
    sebagai gambaran , POP MIE 10.000,-, KOPI 5.000, ..tapi gak peduli, kalau sudah yang namanya lapar dan ngantuk, ya kita bayar bayar aja..
    Ketika gugusan pulau kecil dan daratan lombok terlihat, ada pemandangan indah, di mana kelapa-kelapa yang memang ditanam secara teratur menghiasi pantai dan daratan..
    Dari kapal, semuanya terlihat indah..
    Pelabuhan Lembar sendiri, merupakan teluk, dan bagusnya sepanjang teluk, pemandangan lumayan mantap..
    Kecepatan kapal yang lebih timbang saudara tuanya, menyebabkan kita tiba lebih dahulu di lembar dibanding ferry yang duluan berangkat..
    Sialnya, kita tidak bisa merapat ke dermaga, karena aturan antriannya memang punya si ferry yang duluan berangkat..
    Uhhhh..1 jam terapung di dekat dermaga…diombang ambingkan ombak..
    …………………………………………………………………………………………………
    ——————————————————-
    Idem dengan perjalanan pulang dari lembar menuju padangbai, kapal yang kita pakai sama dan berangkat sekitar setengah 2.
    di perjalanan, lumba lumba yang terlihat lebih banyak..
    WOW, kesempatan merekam momen unik ini…
    tak terasa sekitar jam 5 kita sudah mendekati pelabuhan Padangbai, dan kejadian terulang.
    Kita tidak bisa merapat ke dermaga, karena aturan antriannya memang punya si ferry yang duluan berangkat..
    Uhhhh..1 jam terapung di dekat dermaga…diombang ambingkan ombak..

    suasana baru , pengalaman baru.nikmati aja.

    Incoming search terms:

    Share on Facebook

    Tags: , , , , , , , , , , ,

  • warung-air-panas-belulang

    warung-air-panas-belulang

    jatiluwih

    jatiluwih

    sawah jatiluwih

    sawah jatiluwih

    Minggu, setelah libur beruntun Galungan, kuningan dan Nyepi, rasanya minggu-minggu ini enak untuk keluar kota.
    Dari hasil mikir mikir dan mikir, saya putuskan ke Jatiluwih, Penebel, Tabanan.
    Apa sih yang terkenal dan jatiluwih ?
    upss..
    Sawah? iya , sawah.. Sawah ini memang mirip dengan sawah yang ada di tempat lain di Bali.
    sawah nya berundak undak, istilah londonya : rice terrace..
    Yang membedakan adalah luasnya yang nggak karu-karuan..
    Jatiluwih memiliki pemandangan alam yang lumayan indah.

    Cafe Jatiluwih

    Cafe Jatiluwih

    Sebagian besar daerahnya merupakan daerah persawahan yang dibuat berundak (bertingkat) atau dikenal dengan sawah berteras khas Bali .
    Daerah persawahan ini berbentuk teras dengan luas sekitar 636 hektar. Sawah ini menggunakan sistem pengairan subak yaitu sistem pengairan atau irigasi tradisional Bali yang berbasis masyarakat.
    Keunikan sawah berteras inilah yang membuat Jatiluwih dinominasikan masuk daftar UNESCO World Heritage sebagai warisan budaya dunia.
    Sayang jatiluwih gagal dijadikan warisan budaya dunia (The World Heritage). (list untuk update the world heritage ada di http://whc.unesco.org/en/list
    Pasalnya, ada perbedaan pandangan antara ahli UNESCO dan ahli dari Bali tentang keberadaannya. Sebelumnya, Bupati Tabanan bersama staf terkait telah berkunjung dan melakukan presentasi di Kantor UNESCO, The World Heritage Center, Paris, Prancis.
    Konsep pelestarian lingkungan berbasis budaya, belum memenuhi syarat. Pasalnya, luas areal persawahan yang diajukan sebagai warisan budaya dunia hanya 300 hektar, sementara untuk bisa menjadi warisan budaya dunia dalam bidang lingkungan berwawasan budaya minimal luasnya seribu hektar. Inilah yang menjadi ganjalan Jatiluwih yang mendapatkan nilai luar biasa (outstanding value) dalam penilaian untuk bisa menjadi warisan budaya dunia.
    Luas banget …harus ditambah ne..hahah
    Padahal sekarang aja, sawah yang ada di jatiluwih sudah sangat luas..puas banget lihatnya..

    Road to jatiluwih

    nampang

    nampang

    Kami mengawali perjalanan dari Denpasar…
    Menuju arah Lukluk- Kapal – Mengwi – Tabanan, kemudian di kota tabanan kita menuju utara Ke arah penebel.
    Lewat desa penebel, kita akan melintasi juga peternakan ayam dengan bau menyengat hehe, kalau nggak salah nama desanya Abahan..
    Sebenarnya mulai dari desa penebel, pemandangannya cukup asyik, kiri kanan ada sawah.
    Setelah lewat beberapa desa, Ada juga bernama Senganan, dll, kita sampai di jatiluwih…
    Mulai kita tengak tengok kiri kanan, cari tempat yang strategis untuk mengintip lewat kamera..
    Sayangnya, tidak ada tempat yang lumayan nyaman untuk melihat pemandangan sawah yang luas dan cantik ini.
    Kita berhenti di sebuah kafe bernama KAFE JATILUWIH..
    Sambil memesan makanan dan minuman (agak mahal untuk backpakers..hahaha.. sebenarnya ada juga warung warung kecil di pinggir jalan..)
    Lokasinya lumayan agak di atas, tapi sekali lagi, kabel listrik menjadi halangan kita menikmati pemandangan ini. Belum lagi sikap penduduk yang rasanya kurang pas untuk daerah wisata seperti ini…
    Ya, terpaksa turun ke sawah, Fotografer kita (arik – ruangpajang.com), mulai mencoba berbagai posisi.
    Tapi rasanya memang tidak ada tempat ideal untuk mengskplorasi pemandangan yang cantik ini..Agak kecewa juga…Apalagi kita datang di siang hari..
    Yach mau bagaimana lagi, Arik mencoba sebisanya membuat pose pose cantik…
    walau cuma sebentar, tapi dibanding tempat lain, sawah di sini memang agak berbeda…
    Lumayan, lah timbang liat liat gambar pemandangan lewat Google sehari hari…hahahha..

    Lanjut ke air panas Belulang

    air-panas-belulang

    air-panas-belulang

    Masih dekat dari Jatiluwih, dengan mengambil jalan sebelumnya (ke arah tabanan-pulang),lewat info pemilik warung di Penebel, kita mendapat info pemandian air panas Belulang. Letaknya masih dekat dengan penebel, tapi jalannya rusak minta ampun……
    Sebenarnya ada alternatif air panas yang lain misalnya angsri (tapi saya sudah kesana sebelumnya,hehe..)
    Pemandian air panas Belulang terletakdi Desa Mangesta, Kecamatan Penebel, Tabanan.
    Air panas ini berada jauh di dalam. Jadi, para pengunjung yang datang harus berjalan sejauh 200 meter lagi dari tempat parkir. Pengunjung akan disambut candi bentar dan jalan pada sebuah pematang sawah yang sudah ditata sedemikian rupa. Tanpa harus merusak areal persawahan yang ada.
    Wisata air panas ini berada di kawasan Pura Luhur Gede Batu Panas, yang merupakan Pura Kahyangan Jagat.
    Setiap pengunjung dikenakan biaya retribusi. Untuk wisatawan mancanegara dikenakan biaya Rp 4.000 per orang dan wisatawan domestik Rp 3.000 per orang.
    Sebenarnya kesan pertama begitu menggoda (inget iklan AXE..). selanjutnya…..
    di jalan masuk, pemandangan cukup apik…tapi sayang , kolamnya sangat kecil dan cuma satu biji…
    Padahal pengunjung membludak..wahahhaha
    Terpaksa berteduh di bagian luar pura (jaba istilahnya..)untung saja, pura ini cukup enak dipandang dengan background bukit..
    yachhh…Ada sih sumber air panas kecil lewat pancuran dekat pura, airnya lumayan panas.. ya.. main air sambil duduk di pematang sawah..
    Inget jaman susah dulu..wkakaka..
    ya udah, pulangnya, tanpa mandi di air panas, kita makan mie di warung dekat air panas ini,,,lumayan , hujan mulai turun mengguyur…..
    yachh, itulah Road to Jatiluwih & Belulang, Penuh kekecewaaan…

    Incoming search terms:

    Share on Facebook

    Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

  • Pulang kampung lagi…lewati Jalan raya Denpasar gilimanuk yang panas…
    Di Perbatasan kabupaten Jembrana dan Tabanan , khususnya di jalan Raya/ Poros Denpasar – Gilimanuk memang menyajikan pemandangan yang cukup seger dengan pantai yang cukup dekat dengan jalan raya.
    Perjalanan yang melelahkan, bisa diisi dengan istirahat di area ini.
    Ada beberapa titik peristirahatan yang bisa dikunjungi.
    Setelah masuk wilayah Jembrana, Pantai pertama adalah pantai pengeragoan. Tepat setelah perbatasan ada warung kopi kecil , dengan beberapa minuman dan makanan kecil pula.
    Lumayan, pinggir pantai. Sayangnya cuma bawa kamera HP N70 yang hasilnya jauh dari maksimal.
    ya gak pa pa dechh…
    Supra fit butut di parkir gagah di bawah pohon kelapa..
    Pesen kopi item 1, suasana jadi seger, ditambah angin sepoi sepoi khas pantai..
    Kebetulan ada beberapa pemancing , yang sampai kopi habis rasanya gak dapat ikan 1 ekorpun..Ikannya jangan jangan lagi liburan tahun baru nie..
    Yah nikmati saja…Mumpung masih sempat…

    Incoming search terms:

    Share on Facebook

    Tags: , , , , , , ,

  • Liburan akhir tahun di isi dengan outing (atau outbond ? ) ke Bukit melingkuh, Baturiti, Tabanan, Bali.

    Dari arah denpasar, ambil saja jalan menuju ke Bedugul. nanti di sekitar daerah Pacung, anda akan temukan Petunjuk Bukit Melingkuh.

    Begitu kira kira namanya. Namanya agak lucu, sebab kalau sedikit dipelesetkan akan menjadi bukit selingkuh (upssss) . Outbond kali ini diorganisasikan oleh Bali Outbond Farm and Stay.
    Dengan mengambil paket 1 hari, aktivitas outbond ini lumayan melelahkan tapi seru buanget.

    Setibanya di lokasi, kita sudah merasa sejuk dan segar dengan keadaan sekitar.

    Segera setelah sampai kegiatan dimulai dengan pembagian kelompok yang dilakukan secara unik. Lempar sepatu !!!!
    Kelompok yang terbentuk bersadarkan sepatu yang utuh di kaki masing masing ..nggak ngerti ?? coba aja nanti.

    Sebagai pendahuluan, ada beberapa games ice breaking yang aneh, sepele kelihatannya, namun punya makna tersendiri.
    setelah itu, Paket aktivitas yang pertama kita lakukan adalah tracking. Alam yang turun naik, maklum bukit, di selingi dengan aktivitas untuk menguji kekompakan dan kerjasama tim di tiap posnya,.

    Jalannya capek juga………naik turun bukit…tapi lumayan indah…

    Setelah tracking selesai, kita mendapat coffee break yang lumayan menyegarkan.
    Aktivitas selanjutnya adalah kegiatan lomba kelompok yang seru seru misalnya lomba memecahkan balon dengan mata tertutup, mengalirkan bola pingpong lewat belahan bamboo, menahan ember terisi air ,memeras spon dan mengeluarkan bola dari pipa dengan mengisi pipa bolong-bolong dengan air..capek , basah tapi seru..

    Sehabis makan siang , aktivitas dilanjutkan dengan Paintball dan Flying fox..ini yang paling paling mantap.


    Saya sendiri tertembak dan gugur di perang I . Di perang ke-2 Peluru habis gara gara bergaya chuck Norris, yang maju dan memberondong peluru secara nekat dan ngawur ..wakakak.dasar..
    Flying fox sendiri cukup mengasyikkan , dengan naik di ketinggian dan meluncur.

    Semua telah selesai. Terima kasih bukit melingkuh, kami akan kembali. Terima kasih Bali Outbond Farm and Stay.

    Incoming search terms:

    Share on Facebook

    Tags: , , , , ,

  • Bali Zoo Park adalah kebun binatang kecil yang ada di daerah sukawati. Sekitar 25 menit perjalanan dari denpasar .
    Lokasinya bagus, pemandangannnya cukup indah.
    Dulu sebelum ada Bali safari and Marine Park, katanya tempat ini cukup ramai. Sekarang memang terlihat agak sepi.
    Terlepas dari ramai tidaknya, suasana di sini cukup bagus..

    Tiket masuk seharga Rp.35.000 dan untukanak anak setengah harga. Parkirnya cukup luas dan asri. Setelah membeli tiket di loket, kita mulai menyusuri apa yang ada di Kebun binatang ini.

    Umumnya binatang yang ada , sama saja dengan kebun binatang lain. ada singa, rusa, kera,buaya, orangutan, burung,landak dan beberapa binatang lainnya. Yang paling spesial mungkin cuma jalak putih bali yang terkenal itu.




    gpp yang penting nikmati apa yang ada.

    Ciptaan tuhan memang mantap-mantap dan ajaib.Di perjalanan , petugas juga sedang sibuk membersihkan sampah sampah daun dan batang yang mengotori kebun binatang ini.
    Di bagian lain, ada juga beberapa turis asing yang sibuk melihat lihat binatang yang menurut mereka aneh.
    Kebetulan juga saya ketemu dengan mahasiswa biologi yang sedang mengumpulkan data.
    Sedikit hiburan di sini, kita bisa berfoto dengan binatang yang aneh seperti iguana berikut..

    Foto ini bisa kita cetak dan dibuat gambar di kaos atau mug . Prosesnya cepat , cuma 15 menit..

    Di bagian lain,ada juga orangutang yang galak dan melempar bermacam benda jika marah ke pengunjung.


    Di dalam ada juga cafe untuk berisitirahat dan makan/minum serta restaurant dengan show binatangnya…

    Capek juga jalan nich…

    Incoming search terms:

    Share on Facebook

    Tags: , , ,

  • berendam di kolam air panas

    berendam di kolam air panas

    Air panas Angsri adalah salah satu objek pariwisata yang terletak di desa Angeseri,Tabanan, bali.
    Untuk mencapainya, diperlukan sekitar kurang lebih 1 jam ( 50-an kilometer) dari Denpasar.
    Jika anda pernah ke Bedugul, anda akan lewat jalan yang sama.
    Perjalanan dimulai dari denpasar, kemudian lewat Mengwi untuk menuju ke arah Baturiti.
    Setelah berapa lama, sampai di Baturiti, ada petunjuk arah ke air panas angseri ini.
    Jalannya sedikit naik turun dan berbelok belok. Read more…

    Incoming search terms:

    Share on Facebook

    Tags: , , , , , ,