paket-wisata-bali
sewa-mobil-dan-sopir-di-bali
paket-wedding-di-bali
  • Serba serbi 01.05.2009
    babi

    babi

    Setelah Flu pada manusia, menyusul Flu burung, sekarang lagi naik daun Flu babi..
    Sekadar flu aja kok ribut? jangan salah..

    Biar gak salah, ada baiknya buka beberapa referensi tentang flu babi ini..
    (wikipedia. org)
    Flu babi adalah kasus-kasus influensa yang disebabkan oleh virus Orthomyxoviridae yang endemik pada populasi babi. Galur virus flu babi yang telah diisolasi sampai saat ini telah digolongkan sebagai Influenzavirus C atau subtipe genus Influenzavirus A
    Babi dapat menampung virus flu yang berasal dari manusia maupun burung, memungkinkan virus tersebut bertukar gen dan menciptakan galur pandemik.

    Flu babi menginfeksi manusia tiap tahun dan biasanya ditemukan pada orang-orang yang bersentuhan dengan babi, meskipun ditemukan juga kasus-kasus penularan dari manusia ke manusia. Gejala virus termasuk demam, disorientasi, kekakuan pada sendi, muntah-muntah, dan kehilangan kesadaran yang berakhir pada kematian. Flu babi diketahui disebabkan oleh virus influenza A subtipe H1N1,H1N2, H3N1, H3N2, and H2N3.

    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan penghentian istilah ‘flu babi’. Ini dilakukan karena istilah ‘flu babi’ telah menimbulkan kesalahpahaman hingga menyebabkan negara-negara melarang produk daging babi dan memerintahkan pembantaian hewan babi.Perubahan kebijakan WHO ini terjadi sehari setelah Mesir mulai melakukan pembantaian ribuan babi sebagai upaya keliru untuk mencegah flu babi.
    “Daripada menyebut ini flu babi… kami akan berpegang pada nama ilmiah teknis influenza H1N1,” kata juru bicara WHO Dick Thompson seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (1/5/2009).

    Virus flu babi memang berawal dari babi namun virus flu yang mewabah kali ini merupakan virus strain baru yang memiliki gen dari virus manusia, burung dan babi. Para ilmuwan tidak mengetahui bagaimana sebenarnya virus ini berpindah ke manusia. Ditegaskan WHO, dalam wabah yang melanda saat ini, virus tersebut disebarkan dari manusia ke manusia, bukan dari kontak dengan babi.

    Mesir telah mulai membantai sekitar 300 ribu ekor babi di negara itu meski para pakar mengatakan bahwa flu babi ini tidak terkait dengan babi dan tidak menyebar dengan memakan daging babi.

    Di Paris, Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE) menyatakan, sejauh ini “tak ada bukti infeksi flu pada babi ataupun manusia yang terinfeksi langsung dari babi.”

    MEKSIKO

    Dunia di ambang pandemi flu babi. Karena itu Presiden Meksiko Felipe Calderon memerintahkan rakyatnya untuk tinggal di rumah. Kantor-kantor pemerintah dan sebagian bisnis swasta diperintahkan untuk berhenti beroperasi selama lima hari mulai Jumat, 1 Mei besok.
    “Tak ada tempat yang lebih aman daripada rumah kalian sendiri untuk menghindari terinfeksi virus flu ini,” kata Calderon dalam pidatonya yang disiarkan televisi nasional, seperti diberitakan Reuters, Kamis (30/4/2009).
    Ini merupakan pidato pertama Calderon di televisi sejak wabah flu babi mencuat pekan lalu.
    Pemimpin Meksiko itu memerintahkan kantor-kantor pemerintah dan bisnis swasta yang tidak krusial untuk perekonomian agar berhenti beroperasi sementara. Ini sebagai upaya mencegah penyebaran lebih jauh dari virus baru ini.
    Meksiko merupakan negara sumber flu babi yang kini terus menyebar ke seluruh dunia.
    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan telah menaikkan level ancaman flu babi ke fase 5, atau 1 fase lagi sebelum fase 6 yang berarti telah terjadi pandemi flu babi.
    “Pandemi influenza harus ditanggapi dengan sangat serius karena berkapasitas untuk menyebarkan dengan cepat ke semua negara di dunia,” kata Dirjen WHO Margaret Chan pada konferensi pers di Jenewa, Swiss.
    “Pertanyaan terbesar adalah: akan seberapa parah pandemi, khususnya di saat awal ini,” tutur Chan. Namun diimbuhkannya, dunia saat ini lebih siap menghadapi pandemi flu dibandingkan dulu.

    Korban akibat virus flu babi atau H1N1 di Meksiko mencapai ratusan orang. Namun Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Meksiko memastikan, tidak ada Warga Negara Indonesia (WNI) yang terjangkit penyakit mematikan tersebut.

    “Hingga saat ini tidak ada laporan mengenai WNI yang terkena virus swine flu, dan KBRI beroperasi secara normal dengan memberikan pelayanan konsuler dan visa seperti biasa,” isi rilis dari KBRI yang dikirim kepada detikcom, Jumat (1/5/2009) dini hari.

    Untuk mengantisipasi penyebaran virus tersebut, pihak KBRI telah melakukan berbagai persiapan. Salah satunya adalah dengan memberikan informasi pada 150 WNI yang ada di Meksiko agar membatasi kunjungan ke tempat umum dan berhati-hati saat bekerja.

    KBRI juga telah membuat layanan informasi khusus bagi WNI yang ingin melaporkan temuan kasus flu babi. Termasuk berbagai langkah pengobatan bagi WNI yang terjangkit.

    Flu babi yang juga dikenal dengan nama Swine Influenza sedikitnya telah membunuh 159 orang dan lebih dari ribuan orang masih dirawat di rumah sakit. Untuk mencegah penyebaran lebih lanjut, pemerintah Meksiko juga akan memberlakukan libur nasional selama 5 hari.

    AS
    Penyakit mematikan yang tengah mewabah di dunia saat ini dinamai ‘swine flu’ atau flu babi. Namun kini, pemerintah AS mengganti istilah flu babi tersebut.
    Wabah flu baru tersebut kini dinamai ‘flu H1N1 2009’. Demikian disampaikan pejabat-pejabat AS seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (30/4/2009).
    “Kami sekarang menyebutnya flu H1N1 2009. Itu namanya sekarang,” kata Pjs Kepala Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Richard Besser.
    Besser juga kembali menegaskan, manusia tidak bisa tertular virus H1N1 dengan memakan daging babi.
    Sebelumnya Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE) yang bermarkas di Paris, Prancis juga telah menyatakan bahwa penggunaan istilah flu babi adalah keliru. Sebab virus strain baru ini memiliki gabungan komponen virus flu burung, manusia dan babi. Dan sejauh ini virus tersebut tidak ditemukan pada hewan babi.
    Begitu pula dengan hasil inspeksi di peternakan-peternakan babi yang dilakukan otoritas Meksiko dan AS. Sejauh ini hasilnya nihil, tak ada babi yang mengidap flu dan tidak ditemukan tanda-tanda virus tersebut pada hewan babi.

    Seorang gadis yang berusia 19 tahun di Imperial County dan anak laki yang berusia 10 tahun di San Diego County diidentifikasi terserang virus tersebut. Namun tak seorang pun perlu dirawat di rumah sakit dan keduanya telah pulih. Demikian dilaporkan surat kabar tersebut, yang mengutip beberapa pejabat kesehatan.

    Kasus itu membuat bingung pejabat kesehatan karena tak seorang pasien pun telah melakukan kontak dengan babi atau satu sama lain, dan rangkaian flu tersebut tak pernah dilihat di Amerika Serikat.

    Beberapa pejabat mengatakan tak ada petunjuk virus tersebut menyebar. “Kita tak menghadapi wabah,” kata Dr. Wilma Wooten, pejabat kesehatan di San Diego County. Anggota keluarga dan orang lain yang mengenal kedua pasien tersebut sedang diwawancarai dan diperiksa.

    Meskipun penyakit tersebut biasanya mengakibatkan gangguan pernafasan pada babi, flu babi jarang menyerang manusia. Hanya 12 kasus lain infeksi pada manusia telah dideteksi sejak 2005, demikian data dari U.S. Centers for Disease Control and Prevention (CDCP). Dari ke-12 kasus tersebut, 11 pasien telah melakukan kontak dengan babi. Gejala penyakit itu meliputi demam, lesu, batuk dan kurang nafsu makan. Kasus ini terbilang langka. Karena, menurut CDCP jarang ada catatan mengenai kasus penularan kasus flu babi dari manusia ke manusia.

    INDONESIA
    Pemerintah Indonesia terus menggulirkan imbauan terkait ancaman flu babi yang kian mengglobal. Kali ini giliran Departemen Pertanian yang juga mengurusi peternakan angkat bicara.

    “Babi tidak boleh diangkut dengan angkutan umum untuk menghindarkan kontak dengan masyarakat. Pekerja kandang peternakan babi harus memakai masker dan penutup mata. Setelah keluar dari kandang babi, peternak harus melepaskan sepatu dan pakaian,” kata Mentan Anton Apriyantono di kantornya, Jl Harsono RM, Jakarta Selatan, Rabu (29/4/2009).

    Selain itu Anton meminta peternak harus memperhatikan sanitasi di kandang babi. Sisa hasil pemotongan babi tidak boleh dialirkan sembarangan.

    “Sisa potongan babi harus dibuang ke septic tank khusus. Kalau ada indikasi klinis babi terserang flu harus dilakukan isolasi sambil menunggu hasil laboratorium,” ujarnya.

    Pemerintah juga telah mengeluarkan larangan impor babi, daging beserta turunannya. Babi yang boleh diimpor hanyalah daging yang sudah diolah dengan standar tertentu.

    “Hanya olahan daging babi yang sudah dipanaskan lebih dari 70 derajat celcius selama 3 menit yang boleh diimpor,” tandasnya.

    VAKSIN ?

    Dunia benar-benar di ambang pandemi flu babi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menaikkan level acaman pandemi ke level 5. Atau satu level lagi sebelum pandemi dinyatakan benar-benar terjadi.
    Para ahli saat ini masih terus mengupayakan vaksin untuk mengalahkan virus flu babi strain baru yang telah merenggut banyak jiwa itu.
    Menurut Robert Madelin, Dirjen Kesehatan dan Perlindungan Konsumen di Komisi Eropa, vaksin tersebut baru akan tercipta dalam 200 hari.
    “Dalam 200 hari kami akan mendapatkan vaksin untuk influenza ini,” kata Madelin seperti dilansir harian Telegraph, Kamis (30/4/2009).
    Sejauh ini setidaknya sudah 10 negara yang mengkonfirmasi adanya kasus flu burung. Negara-negara itu adalah Meksiko, Amerika Serikat, Selandia Baru, Israel, Inggris, Kanada, Spanyol, Jerman, Peru dan Swiss.
    Korban jiwa akibat virus mematikan ini kini telah dilaporkan pula di AS. Seorang anak asal Meksiko berusia 23 bulan meninggal saat berkunjung ke Texas. Adapun korban jiwa terbanyak terdapat di Meksiko.

    Banyak yang mencari topik ini

    Share on Facebook

    Posted by kunchunx @ 4:57 am

    Tags: , , , , , , , , , , , ,

  • Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *


Seperti ulat sutra, anda telah membuat kepompong di seputar diri anda. Siapa yang akan menyelamatkan anda? Pecahkan kepompong anda dan keluarlah sebagai kupu kupu cantik, sebagai jiwa merdeka


%d bloggers like this: