paket-wisata-bali
sewa-mobil-dan-sopir-di-bali
paket-wedding-di-bali
  • desa-kokokan

    Petulu gunung, ubud, gianyar bali : Welcome to heron bird colony.
    judulnya begitu di gerbang desa sekaligus gerbang obyek wisata yang unik ini.
    ribuan burung bangau (dikenal dengan nama Kokokan) hidup berdampingan dengan manusia tanpa merasa terusik sedikitpun.
    Kiri kanan, pada musimnya, burung bangau ini tidur dan bersarang di pohon pohon tepi jalan,depan rumah penduduk.
    aneh bin ajaib.
    bangau-di-bali

    Desa Petulu, banjar Petulu gunung ini bisa dijangkau dari pusat keramaian Ubud sekitar 15-20 menit perjalanan ,masih satu arah ke obyek wisata tegalalang (rice terrace alias sawah berundak) atau sekalian perjalanan ke obyek wisata gajah taro  ataupun kintamani.

    Dari brosur wisata yang dikeluarkan oleh pengelola, ada beberapa cerita unik tentang desa ini dan burung seperti bangau yang ada 3 macam di sini.
    Sebelum kedatangan burung bangau dan menetap di sini, keadaan desa ini agak memprihatinkan.
    Desa tergolong terisolasi,sudah dijangkau  dan keadaan ekonomi agak memprihatinkan.
    Kebanyakan penduduk desa bekerja keluar daerah sampe ke kabupaten lain, untuk mencari nafkah, misalnya munuh (mencari sisa sisa panen padi) , atau beberapa pekerjaan kasar lainnya.
    Burung-burung bangau tersebut mulai bersarang di Desa Petulu, banjar Petulu gunung sejak tahun 1965. Saat itu, jumlahnya hanya sekitar lima ekor.
    petulu-ubud
    bersarang di depan kediaman mangku (pemuka agama) desa
    Beberapa bulan kemudian, jumlahnya mulai bertambah banyak. Awalnya, burung-burung bangau tersebut ditangkap untuk dipelihara ataupun dipotong untuk dimakan dagingnya oleh masyarakat sekitar. tetap saja bangau tersebut datang dan bersarang di desa tersebut.Burung tersebut dianggap sebagai paica (anugerah) dari tuhan.
    Setelah masyarakat membuat sebuah pelinggih di pura desa sebagai persembahan terhadap burung kokokan, dan diadakan beberapa kali upacara (ngenteg linggih,dll) , keadaan Desa Petulu, banjar Petulu gunung menjadi berubah.
    Sawah sawah menghasilkan dan penduduk tidak lagi merantau mencari nafkah hidupnya.
    burung-blekok

    Di musim bertelur dan beranak (Desember – januari)  anda bisa melihat burung burung ini sepanjang hari di pohon-pohon depan rumah penduduk, sementara di musim dan bulan  lain, anda bisa melihat fenomena ini di sore hari, sekitar jam 5 .

    Ketika kita berkunjung ke sana bulan januari, kiri kanan jalan penuh dengan burung bangau yang akan tidur dan bersarang.
    Ambil foto juga harus hati hati, karena (maaf) kotorannya akan mengenai siapa saja di bawahnya.

    desa-bangau-di-bali

    mirip ayam yang tidur di pohon, ramai ramai dan bergerombol. daun daun pohon dan ranting pohon warnanya agak keputih putihan dan bulu bulu juga beterbangan. mungkin yang alergi bulu, tidak direkomendasikan berkunjung ke sini.

    kuntul

    kuntul

    Ada beberapa jenis pohon dan jenis burung bangau di sini. (Mohon koreksi kalau ada kesalahan)
    Jenis pohon yang menjadi tempat bersarang tersebut antara lain Bunut, Cempaka , Kamboja dan  Nangka (rasanya paling banyak ).
    dari  brosur, ada 3 macam burung mirip bangau di sini yaitu kuntul, blekok dan bangau itu sendiri.
    desa-petulu

    Sementara data ahli yang ada,di ksda-bali.go.id , Populasi burung kokokan tersebut terdiri dari 6 Spesies yaitu : 1) Kuntul Kerbau (Bulbucus ibis), 2) Kuntul Karang (Egretta sacra), 3) Kuntul Perak (Egretta intermedia), 4) Kuntul Putih Besar (Egretta alba), 5) Kuntul Perak kecil (Egretta garzetta), dan 6) Blekok Sawah (Ardeola speciosa).
    desa-petulu-ubud

    apapun itu, salah satu hal yang mengagumkan, adalah kearifan penduduk lokal Desa Petulu, banjar Petulu gunung, yang bisa hidup berdampingan dan harmonis dengan burung kokokan . what a life !
    kokokan

    kunchunx  28012012@ banjar Petulu gunung, desa kokokan

     

    Banyak yang mencari topik ini

    Share on Facebook

    Posted by kunchunx @ 9:59 am

    Tags: , , , , , , , , , , , ,

  • Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *


Seperti ulat sutra, anda telah membuat kepompong di seputar diri anda. Siapa yang akan menyelamatkan anda? Pecahkan kepompong anda dan keluarlah sebagai kupu kupu cantik, sebagai jiwa merdeka


%d bloggers like this: