paket-wisata-bali
sewa-mobil-dan-sopir-di-bali
paket-wedding-di-bali
  • Suara Hati 07.01.2009

    Pagerwesi adalah salah satu hari raya umat Hindu di Bali.
    Hari raya ini masih satu rangkaian dengan hari raya Sawaswati.
    Memang dari jaman SD dulu, hari raya ini tidak begitu dirayakan besar besaran, layaknya Saraswati.
    Tapi, sebenarnya, kalau didalami, ada beberapa makna implisit yang harus kita pahami sebagai umat menyambut hari raya ini.
    Dari website babadbali.com yang legendaris, ada beberapa poin dari perayaan Pagerwesi.

    Berikut kutipan dari babadbali.com tentang Pagerwesi :
    Hari raya Pagerwesi jatuh pada hari Budha Keliwon Wuku Sinta. Dalam kalender hari suci di Bali, hari ini adalah hari ke 5 dari serangkaian hari raya penting, yaitu
    * Hari 1: Hari raya Saraswati – Sabtu – Saniscara Umanis Watugunung
    * Hari 2: Hari raya Banyu Pinaruh – Minggu – Redite Paing Sinta
    * Hari 3: Hari raya Soma Ribek – Senin – Soma Pon Sinta
    * Hari 4: Hari raya Sabuh Mas – Selasa – Anggara Wage Sinta
    * Hari 5: Hari raya Pagerwesi – Rabu – Buda Keliwon Sinta
    Hari ini adalah payogan Hyang Pramesti Guru, disertai para Dewa dan Pitara, demi kesejahteraan dunia dengan segala isinya dan demi sentosanya kehidupan semua makhluk.

    Sanghyang Paramesti Guru adalah nama lain dari Dewa Siwa sebagai manifestasi Tuhan untuk melebur segala hal yang buruk. Dalam kedudukannya sebagai Sanghyang Pramesti Guru, beliau menjadi gurunya alam semesta terutama manusia. Hidup tanpa guru sama dengan hidup tanpa penuntun, sehingga tanpa arah..

    Pada saat itu umat hendaklah ayoga semadhi, yakni menenangkan hati serta menunjukkan sembah bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi. Juga pada hari ini diadakan widhi widhana seperlunya, dihaturkan dihadapan Sanggar Kemimitan disertai sekedar korban untuk Sang Panca Maha Butha.

    Pada hari ini kita menyembah dan sujud kehadapan Ida Sang Hyang Widhi, Hyang Pramesti Guru beserta Panca Dewata yang sedang melakukan yoga. Menurut pengider-ideran Panca Dewata itu ialah:

    1. Sanghyang Içwara berkedudukan di Timur.
    2. Sanghyang Brahma berkedudukan di Selatan
    3. Sanghyang Mahadewa berkedudukan di Barat.
    4. Sanghyang Wisnu berkedudukan di Utara.
    5. Sanghyang Çiwa berkedudukan di tengah

    Ekam Sat Tuhan itu tunggal. Dari Panca Dewata itu kita dapatkan pengertian, betapa Hyang Widhi dengan 5 manifestasiNya dilambangkan menyelubungi dan meresap ke seluruh ciptaanNya (wyapi-wiapaka dan nirwikara). Juga dengan geraknya itulah Hyang Widhi memberikan hidup dan kehidupan kepada kita. Hakekatnya hidup yang ada pada kita masing-masing adalah bagian daripada dayaNya. Pada hari raya Pagerwesi kita sujud kepadaNya, merenung dan memohon agar hidup kita ini direstuiNya dengan kesentosaan, kemajuan dan lain-lainnya.

    Widhi-widhananya ialah: suci, peras penyeneng sesayut panca-lingga, penek rerayunan dengan raka-raka, wangi-wangian, kembang, asep dupa arum, dihaturkan di Sanggah Kemulan (Kemimitan). Yang di bawah dipujakan kepada Sang Panca Maha Bhuta ialah Segehan Agung manca warna (menurut urip) dengan tetabuhan arak berem. Hendaknya Sang Panca Maha Bhuta bergirang dan suka membantu kita, memberi petunjuk jalan menuju keselamatan, sehingga mencapai Bhukti mwang Mukti.

    Hari raya memang harusnya membawa angin segar bagi kehidupan kita di dunia yang tambah keras, tambah serakah, tambah tidak teratur. Di tengah segala ilusi duniawi yang indah, kita perlu luangkan waktu, untuk bisa melakukan sesuatu yang bermanfaat dan sesuai jalannya..Kita semua akan kembali, tapi sebelumnya, berikan yang terbaik untuk semuanya.

    Share on Facebook

    Posted by kunchunx @ 1:35 am

    Tags: , , , ,

  • Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *


Seperti ulat sutra, anda telah membuat kepompong di seputar diri anda. Siapa yang akan menyelamatkan anda? Pecahkan kepompong anda dan keluarlah sebagai kupu kupu cantik, sebagai jiwa merdeka


%d bloggers like this: