Belajar dari Robinson Crusoe

Robinson Crusoe aslinya adalah novel karya Daniel Defoe tahun 1700-an.
Saya pernah baca sinopsis novelnya dan nonton filmnya beberapa tahun lalu. Kemaren saya coba pinjam lagi filmnya.
Nostalgia gitu.. Filmnya punya sedikit kemiripan dengan Castaway.
Robinson Crusoe menceritakan kisah tentang satu-satunya orang yang selamat dari sebuah kapal karam dan terdampar Di sebuah pulau di karibia. Dia bertahan melawan segala kesulitan, memikul derita sendirian hampir selama tiga dekade sambil menguasai dirinya sendiri maupun dunia barunya yang aneh.

Robinson Crusoe diperankan oleh Pierce Brosnan.

Dikisahkan karena konflik dengan sahabatnya gara gara rebutan wanita, secara tidak sengaja dia berkelahi dan menyebabkan sahabatnya tersebut tewas..Karena masalah ini,untuk menghindari balas dendam ) dia ikut berlayar menuju timur jauh, mencari rempah rempah dan sumber alam yang begitu ngetop jaman itu.

(Tapi menurut novel agak berbeda:
Robinson Crusoe, tokoh utama, adalah seorang yang lahir di keluarga kaya dan terpandang di London. Ayah dan kakeknya adalah pengusaha sukses. Robinson menolak kehidupan nyaman ini, ia menginginkan pergi melaut, berpetualang, berjuang, dan hidup penuh tantangan. Di luar perkiraannya, tak satu pun pelayaran yang nyaman dan mengasyikkan, laut adalah kehidupan yang super keras dan hanya “monster” yang tahan dengan kehidupan laut. Setelah kapalnya dihantam badai, ia berhasil tetap hidup. Ia berlanjut dengan menetap di Brazil dan sukses sebagai pengusaha perkebunan. Namun, godaan akan kekayaan yang lebih banyak membuatnya berlayar sekali lagi, menuju pantai-pantai Afrika untuk berdagang dengan orang sana: dagang hasil bumi dan budak. Kapalnya gagal tiba di Afrika karena badai, semua penumpang tewas kecuali dirinya.)

Yang jelas di pelayarannya , kapalnya karam karena badai dan menghantam batu karang.
kapal terdampar di sebuah pulau tak berpenghuni dan semua penumpangnya tewas kecuali Robinson. Sejak saat itu Robinson harus bertahan hidup.
Terdampar di sebuah pulau, Robinson harus hidup sendiri. Pahitnya takdir adalah pil yang harus ia telan, ia mengutuk jalan hidup ini, merenungkan masa lalunya hingga dosa apa yang telah ia perbuat hingga layak menerima jalan ini. Tapi, lama-kelamaan, ia mulai melihat sisi positif pada takdirnya. Di samping segala kesusahan yang ada, ia merasa bahwa banyak hal yang bisa dan harus ia syukuri.
Dia ditemani seekor anjing kapten kapal yang selamat juga bernama skipper.
Selanjutnya dia menemukan Seorang suku terasing yang secara tidak sengaja dia selamatkan , yang mulanya ingin dijadikan kurban persembahan oleh sebuah suku ..
Suatu ketika Robinson melihat beberapa kanibal dari pulau lain yang akan membunuh musuhnya. Dengan senapannya, Robinson berhasil membebaskan laki-laki primitif yang kemudian diberinya nama “Friday”.
Sahabat barunya ini ternyata pemakan jantung/ hati manusia , hal yang membuat Robinson Crusoe sangat shock.
Selanjutnya dengan proses yang berliku, dia berteman dengan orang primitif yang kemudian dia beri nama Friday .
Kini Robinson tidak sendirian lagi, dia mengajari Friday (William Takaku) banyak hal termasuk bahasa Inggris. Lucunya hubungan mereka terganggu gara-gara berdebat masalah kepercayaan. Tuhan Friday adalah buaya, dengan saling pengertian, mereka berbaikan lagi apalagi Friday tidak bisa kembali ke pulaunya karena pulau yang didiami Robinson terkenal dengan sebutan Pulau kematian.
Cerita selanjutnya, orang-orag kanibal datang lagi dan terjadi pertarungan. Robinson terkena panah beracun sehingga Friday terpaksa membawahnya pulang ke pulaunya. Setelah sembuh, kepala suku Friday mengharuskan Robinson bertarung dengan Friday sampai mati. Suatu hal yang sangat berat tetapi tidak ada pilihan lain. Tiba-tiba tentara Inggris datang dan menembak Friday. Walaupun menemukan dunia beradabnya, Robinson selalu teringat Friday.
Film ini sarat dengan makna dan petuah sebenarnya, misalnya :
a. Konflik kepercayaan antara robinson dan Friday melambangkan konflik kepercayaan / agama yang sering menjadi sebab konflik fisik dan seharusnya tidak dijadikan dasar untuk konflik dengan manusia lain.
Robinson kemudian menyadari hal ini, apapun agama yang dianut, jika dipertentangkan hanya sia sia belaka. Mereka tetap berjalan sesuai keyakinan dan tetap bersahabat.
b. Robinson melambangkan arogansi dunia Barat yang sering memandang rendah manusia bagian lain, mencoba memaksakan apa yang mereka miliki ke manusia belahan dunia lain. Padahal tidak semua hal dari Barat bisa bagus dan berguna untuk orang lain.
di sini adegan yang melambangkan itu adalah ketika robinson mencoba menunjukkan betapa berbahaya dan powerfulnya pistol jika digunakan dengan menembak kelelawar, dan Friday mencoba menunjukkan kekuatan senjata tradisionalnya dengan cara yang sama.
c. Sikap waspada dan curiga yang berlebihan dari Robinson Crusoe ternyata salah ketika dia mencoba merantai dan memborgol Friday ketika awal bertemu . Ternyata dengan kaki dirantai dan diborgol, Friday membawakan kelapa bagi Robinson di pagi harinya.. Baik banget..
d. Kejujuran itu mahal. Ketika robinson mencoba menjelaskan namanya bukan master melainkan robinson, friday marah dan meninggalkan Robinson. Dia tersinggung karena dianggap slave (budak) dari master (robinson) dan dia merasa dibohongi dari awal. Robinso kehilangan Friday untuk kedua kalinya karena kebohongannya.
e. Sahabat sejati datang ketika kita dalam kesusahan. Friday datang membantu dan mengantar Robinson ke pulau terdekat untuk diobati, walaupun resikonya dia harus kembali ke kampung halaman yang menganggapnya sudah mati dan membencinya.
Setelah sembuh, kepala suku Friday mengharuskan Robinson bertarung dengan Friday sampai mati. Suatu hal yang sangat berat tetapi tidak ada pilihan lain. Tiba-tiba tentara Inggris datang dan menembak Friday. Robinson kehilangan sahabat sejati untuk selama lamanya.

Banyak yang mencari topik ini

One Reply to “Belajar dari Robinson Crusoe”

Muhammad Wira Yudha

January 19, 2014 at 5:47 pm

saya sudah lohat film nya di televisi, saya sempat menangis, dan critanya sangat menyedihkan

Reply

Post Your Comment Here

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: